supported by www.hasanahmuslimah.com

supported by www.hasanahmuslimah.com

Kamis, 27 Maret 2014

"AKAN KUCARI NAMAMU DALAM SAJADAH SEPERTIGA MALAMKU"


Cinta dalam diamku,
Haruskah kau tahu jika aku mencintaimu..
KURASA TIDAK,
Kerana cinta itu tak bisa terungkap agar bisa terlihat..
Ianya hanya bisa dirasa dalam hati,
Bukan aku tak berani mengurai..
Tapi aku takut salah dalam menempatkannya,
Kerana apa yang menurutku baik,
Belum tentu baik menurutNya..
Aku ingin yang terbaik untuk Robbku
Sebenarnya..
Acuhku bukan berarti mengabaikanmu..
Diamku bukan berarti tak mengingatmu..
Kerana aku pun insan biasa..
Ada perasaan..
Ada keinginan..
Ada harapan..
Namun aku merasa diri belum pantas untuk itu..
Biar rasa ini tercipta,
Kusimpan disudut hati,
Hanya ALLAH saja yang tahu..
Kuterbangkan sayap angan keangkasa,
Agar nafsu tak menyeretku inginkan cinta..
Akan kucari namamu disepertiga malamku..
Aku harap kaulah yang tertulis di Lauhul Mahfudz untukku..
Jikapun bukan..
Tak mengapa aku percaya takdirNya adalah yang Terbaik untukku.
~ஜ۞ஜ~ Aamiin yaa rabbal 'aalamiin ~ஜ۞ஜ~

oleh Ukhti Muslimah

Rabu, 26 Maret 2014

Pernah Berzina, "Cerita atau Tidak pada Suami??"

Oleh Ukhti Muslimah

 Bismillaahirrahmaanirrahiim 
*•♫♥♥¨*•♫♥*•♫♥♥¨*•♫♥*•♫•*

~ஜ۞ஜ~ Ada orang bertanya begini :
Saya mau bertanya. Seandainya ada seorang wanita yg dulu nya pernah berzina, akan tetapi sekarang dia mau menikah dgn lelaki yg berbeda (bukan laki-laki yg berzina dgn perempuan tersebut), apa yang
harus dia lakukan? jujur kepada calon suaminya atau bagaimana?? mohon jawabnya!!

Ane sering denger guru ane jawabnya :
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh...
~ஜ۞ஜ~ Wanita yg pernah terjatuh dalam zina ketika hendak menikah maka ia harus menutup aib tersebut kepada siapapun, termasuk kpd calon suaminya. Aib zina jangan ada 1pun yg tau, ketahuilah keperawanan itu ada ketika seseorang menjaga harga dirinya. Mulai dari sekarang jangan lagi bercerita tentang perzinaan yg pernah ia lakukan. Sebab dosa zina adalah dosa antara dia dan Allah. Cukup mengadu dan bertaubat kepada Allah saja tanpa mengadu kepada manusia. Sebab zina adalah aib yg hina pd dirinya, keluarga dan masyarakatnya. Termasuk kebodohan wanita apabila ia berterus terang tentang perzinaannya. Cukup sekarang ia tutup masalah perzinaannya dan berbaktilah dengan tulus kepada suami. 

Dahulu ada seorang wanita bercerita kepada kami, dia hidup indah dan mesra dengan suaminya. Mereka hidup tenang dalam cinta kasih dan saling menghargai. Karena begitu besar pengabdian sang suami dan begitu tulusnya cinta sang suami pada wanita tersebut maka sang wanita seolah-olah merasa telah mengkhianati cinta sang suami. Sebab waktu SMA dulu sang wanita telah berzina.

Akhirnya pada suatu hari sang wanita berkata pada suaminya: Abang, bolehkah aku berterus terang? Tapi abang jangan marah. Suaminya menjawab: Dik, kamu istriku dan aku mencintaimu. Bagaimana mungkin aku memarahimu. Dengan penuh linangan air mata sang wanita berkata:
"Bang, begitu besar cinta & pengabdian abang kepadaku, aku takut malah mengkhianati abang.
"Bang, bolehkah aku terus terang? Tapi abang janji jangan marah ya? Sang suami menjawab: "Dik, kamu istriku dan aku mencintaimu. 

Sang istri berkata: "Bang, dulu waktu SMA aku pernah berzina, maafin aku bang... Akhirnya... Mereka terisak dalam tangis, kemudian sang suami dengan erat memeluk sang istri. Dan inilah pelukan terakhir yg kemudian sang istri dicerai oleh sang suami. "Sungguh suatu kedunguan bagi wanita apabila ia membuka aib zina yang pernah menimpanya.
"Andai ia mau menutupi aib tersebut dan cukup mengadu dan bertaubat kepada Allah sungguh itu adalah keperawanan yang sejati. Sebab hakikat perawan adalah di saat ia menutup dirinya. Wallahu A'lam Bish-Shawab..

HIndarilah perbuatan zina yaa ukhti, pakailah jilbab dan jaga kehormatanmu!

SUBHANALLAH...!!!
"Semoga bermanfaat"

Selasa, 25 Maret 2014

Berkah Menyebarkan Salam

oleh Ukhti Muslimah

 Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh 

*•♫♥♥¨*•♫♥*•♫♥♥¨*•♫♥*•♫•* 
 Bismillaahirrahmaanirrahiim 
*•♫♥♥¨*•♫♥*•♫♥♥¨*•♫♥*•♫•*


~ஜ۞ஜ~ Perintah untuk menyampaikan salam tidak hanya terdapat dalam hadis-hadis Rasulullah SAW, tetapi juga di dalam Alquran. Salam telah didefinisikan oleh Alquran secara jelas. Sedangkan rincian tata cara dan aturan-aturannya dipaparkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam banyak hadis.

~ஜ۞ஜ~ Tuntunan salam di dalam Alquran dapat kita temukan dalam QS An-Nur, [24]: 27. Allah berfirman yang artinya, ''Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.''

~ஜ۞ஜ~ Sebaliknya, Allah memerintahkan kepada kaum Muslim untuk menjawab setiap salam yang diucapkan oleh saudaranya sesama Muslim. Balasan yang disampaikan hendaknya berupa salam yang sepadan atau yang lebih baik lagi. Dengan demikian terus terjadi komunikasi antara yang menyampaikan salam dan yang menjawabnya.

~ஜ۞ஜ~ Allah berfirman yang artinya, ''Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa.''(QS An-Nisaa'[4]:86).

~ஜ۞ஜ~ Apa sesungguhnya manfaat menyebarkan salam itu? Dijelaskan oleh Nabi SAW bahwasanya menyebarkan salam sama dengan menyebarkan cinta di tengah-tengah kehidupan umat Muslim. Beliau menggambarkan salam sebagai sesuatu yang akan membawa pada cinta, dan cinta akan membawa pada keimanan, dan keimanan akan membawa pada surga.

~ஜ۞ஜ~ Rasulullah SAW bersabda yang artinya,
''Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, engkau tidak akan masuk surga sehingga engkau beriman, dan engkau tidak akan beriman sehingga engkau saling mencintai, dan bolehkan aku katakan kepadamu tentang sesuatu yang, jika engkau melakukannya, engkau akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.'' (HR Muslim)

~ஜ۞ஜ~ Manfaat lainnya, Rasulullah menjelaskan bahwa orang yang terlebih dahulu mengucapkan salam akan berada dekat dengan Allah, dan lebih berhak mendapatkan ridha, anugerah, dan berkah dari-Nya. Sabda Nabi, ''orang-orang yang paling dekat di sisi Allah adalah orang yang mulai (mengucapkan) salam.''

~ஜ۞ஜ~ Oleh karena agungnya manfaat mengucapkan salam ini, maka sebaiknya umat Islam tidak menggantikannya dengan sapaan-sapaan lain yang berasal dari tradisi di luar Islam, seperti ucapan selamat pagi, good morning (Inggris, selamat pagi), bonjour (Prancis, selamat pagi), dan lain-lain. Apa yang datang dari Allah dan Rasulnya merupakan kebenaran. Dan barang siapa menempatkan dirinya dalam kebenaran itu, niscaya ia akan mendapatkan keberuntungan berupa keselamatan di dunia dan akherat.

SUBHANALLAH...!!!

"Semoga bermanfaat"