supported by www.hasanahmuslimah.com

supported by www.hasanahmuslimah.com

Kamis, 29 Mei 2014

PINTU-PINTU MASUKNYA SYETAN


Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi
wabarakaatuh
*•♫¨*•♫*•♫¨*•♫
Bismillaahirrahmaanirrahiim
*•♫¨*•♫*•♫¨*•♫
~"Hati manusia bagaikan benteng sedangkan
syetan adalah musuh yang senantiasa mengintai
untuk menguasai benteng tersebut. Kita tidak
bisa menjaga benteng kalau tidak melindungi
atau menjaga/menutup pintu-pintu masuknya
syetan ke dalam hati.
" Kalau kita ingin memiliki kemampuan untuk
menjaga pintu agar tidak diserbu syetan, kita
harus mengetahui pintu-pintu mana saja yang
dijadikan syetan sebagai jalan untuk menguasai
benteng tersebut.
Melindungi hati dari gangguan syetan adalah
wajib oleh karena itu mengetahui pintu
masuknya syetan itu merupakan syarat untuk
melindungi hati kita maka kita diwajibkan untuk
mengetahui pintu-pintu mana saja yang dijadikan
jalan untuk menguasi hati manusia.
Pintu tempat masuknya syetan adalah semua
sifat kemanusiaan manusia yang tidak baik.
Berarti pintu yang akan dimasuki syetan
sebenarnya sangat banyak, Namun kita akan
membahas pintu-pintu utama yang dijadikan
prioritas oleh syetan untuk masuk menguasai
manusia.
Di antara pintu-pintu besar yang akan dimasuki
syetan itu adalah:
1. Marah
Marah adalah kalahnya tentara akal oleh tentara
syetan. Bila manusia marah maka syetan bisa
mempermainkannya seperti anak-anak
mempermainkan kelereng atau bola. Orang
marah adalah orang yang sangat lemah di
hadapan syetan.
2. Hasad
Manusia bila hasud dan tamak menginginkan
sesuatu dari orang lain maka ia akan menjadi
buta. Rasulullah bersabda:
” Cintamu terhadap sesuatu bisa menjadikanmu
buta dan tuli” Mata yang bisa mengenali pintu
masuknya syetan akan menjadi buta bila ditutupi
oleh sifat hasad dan ketamakan sehingga tidak
melihat. Saat itulah syetan mendapatkan
kesempatan untuk masuk ke hati manusia
sehingga orang itu mengejar untuk menuruti
syahwatnya walaupun jahat.
3. Perut kenyang
Rasa kenyang menguatkan syahwat yang
menjadi senjata syetan. Dalam satu riwayat
disebutkan bahwa Iblis pernah menampakkan diri
di hadapan Nabi Yahya bin Zakariyya a.s. Beliau
melihat pada syetan beberapa belenggu dan
gantungan pemberat untuk segala sesuatu
seraya bertanya. Wahai iblis belenggu dan
pemberat apa ini? Syetan menjawab: Ini adalah
syahwat yang aku gunakan untuk menggoda
anak cucu Adam.
Yahya bertanya: Apa hubungannya pemberat ini
dengan manusia ?
Syetan menjawab: Bila kamu kenyang maka aku
beri pemberat sehingga engkau enggan untuk
sholat dan dzikir.
Yahya bertanya lagi: Apa lainnya?
Tidak ada! Jawab syetan. Kemudian Nabi Yahya
berkata:
Demi Allah aku tidak akan mengenyangkan
perutku dengan makanan selamanya.
Iblis berkata. Demi Allah saya tidak akan
memberi nasehat pada orang muslim
selamanya.
Kebanyakan makan mengakibatkan munculnya
enam hal tercela:
・ Menghilangkan rasa takut kepada Allah dari
hatinya.
・ Menghilangkan rasa kasih sayang kepada
makhluk lain karena ia mengira bahwa semua
makhluk sama kenyangnya dengan dirinya.
・ Mengganggu ketaatan kepada Allah
・ Bila mendengarkan ucapan hikmah ia tidak
mendapatkan kelembutan
・ Bila ia bicara tentang ilmu maka
pembicaraannya tidak bisa menembus hati
manusia.
・ Akan terkena banyak penyakit jasmani dan
rohani
4. Cinta perhiasan dan perabotan rumah tangga
Bila syetan melihat hati orang yang sangat
mencintai perhiasan dan perabotan rumah
tangga maka iblis bertelur dan beranak dan
menggodanya untuk terus berusaha melengkapi
dan membaguskan semua perabotan rumahnya,
menghiasi temboknya, langit-langitnya dst.
Akibatnya umurnya habis disibukkan dengan
perabotan rumah tangga dan melupakan dzikir
kepada Allah.
5. Tergesa-gesa dan tidak melakukan receck
Rasulullah pernah bersabda:
Tergesa-gesa termasuk perbuatan syetan dan
hati-hati adalah dari Allah SWT.
Allah berfirman: ”Manusia diciptakan tergesa-
gesa” dalam ayat lain ditegaskan:
“Sesungguhnya manusia itu sangat tergesa-
gesa. Mengapa kita dilarang tergesa-gesa?
Semua perbuatan harus dilakukan dengan
pengetahuan dan penglihatan mata hati.
Penglihatan mata hati membutuhkan perenungan
dan ketenangan. Sedangkan tergesa-gesa
menghalangi itu semua. Ketika manusia tergesa-
gesa dalam melakukan kewajiban maka syetan
menebarkan kejahatannya dalam diri manusia
tanpa disadari.
6. Mencintai harta
Kecintaan terhadap uang dan semua bentuk
harta akan menjadi alat hebat bagi syetan. Bila
orang memiliki kecintaan kuat terhadap harta
maka hatinya akan kosong. Kalau dia
mendapatkan uang sebanyak satu juta di jalan
maka akan muncul dari harta itu sepuluh
syahwat dan setiap syahwat membutuhkan satu
juta. Demikianlah orang yang punya harta akan
merasa kurang dan menginginkan tambahan
lebih banyak lagi.
7. Ta’assub bermadzhab dan meremehkan
kelompok lain.
Orang yang ta’assub dan memiliki anggapan
bahwa kelompok lain salah sangat berbahaya.
Orang yang demikian akan banyak mencaci maki
orang lain.
Meremehkan dan mencaci maki termasuk sifat
binatang buas. Bila syetan menghiasi pada
manusia bahwa taassub itu seakan-akan baik
dan hak dalam diri orang itu maka ia semakin
senang untuk menyalahkan orang lain dan
menjelekkannya.
8. Kikir dan takut miskin.
Sifat kikir ini mencegah seseorang untuk
memberikan infaq atau sedekah dan selalu
menyeru untuk menumpuk harta kekayaan dan
siksa yang pedih adalah janji orang yang
menumpuk harta kekayaan tanpa memberikan
haknya kepada fakir miskin. Khaitsamah bin
Abdur Rahman pernah berkata: Sesungguhnya
syaitan berkata: Anak cucu Adam tidak akan
mengalahkanku dalam tiga hal perintahku:
Aku perintahkan untuk mengambil harta dengan
tanpa hak, menginfakkannya dengan tanpa hak
dan menghalanginya dari hak kewajibannya
(zakat).
Sufyan berkata: Syetan tidak mempunyai senjata
sehebat senjata rasa takutnya manusia dari
kemiskinan. Apabila ia menerima sifat ini maka
ia mengambil harta tanpa hak dan
menghalanginya dari kewajiban zakatnya.
9. Memikirkan Dzat Allah
Orang yang memikirkan dzat Allah tidak akan
sampai kepada apa yang diinginkannya ia akan
tersesat karena akal manusia tidak akan sampai
kesana. Ketika memikirkan dzat Allah ia akan
terpeleset pada kesyirikan.
10. Suudzon terhadap orang Islam ghibah.
Allah berfirman dalam Surat Al Hujuroot 12 sbb.:
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jauhilah
kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya
sebagian prasangka itu adalah dosa dan
janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang
lain dan janganlah sebahagian kamu
menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah
salah seorang di antara kamu memakan daging
saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah
kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah
kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha
Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
Rasulullah pernah bersabda: Jauhillah tempat-
tempat yang bisa memunculkan prasangka
buruk.
Kalau ada orang yang selalu suudzdzon dan
selalu mencari cela orang lain maka sebenarnya
ia adalah orang yang batinnya rusak. Orang
mukmin senantiasa mencari maaf dan ampunan
tetapi orang munafik selalu mencari cela orang
lain.
Itulah sebagian pintu-pintu masuknya syetan
untuk menguasai benteng hatinya.
Kalau kita teliti secara mendetail kita pasti tidak
akan mampu menghitung semua pintu masuknya
syetan ke dalam hati manusia
Sekarang bagiamana solusi dari hal ini? Apakah
cukup dengan zikrullah dan mengucapkan “Laa
haula wa laa quwwata illa billah”? ketahuilah
bahwa upaya untuk membentengi hati dari
masuknya serbuan syetan adalah dengan
menutup semua pintu masuknya syetan dengan
membersihkan hati kita dari sifat-sifat tercela
yang disebutkan di atas. Bila kita bisa
memutuskan akar semua sifat tercela maka
syetan mendapatkan berbagai halangan untuk
memasukinya ia tidak bisa menembus ke dalam
karena zikrullah. Namun perlu diketahui bahwa
zikir tidak akan kokoh di hati selagi hati belum
dipenuhi dengan ketakwaan dan dijauhkan dari
sifat-sifat tercela. Bila orang yang hatinya masih
diliputi oleh akhlak tercela maka zikrullah
hanyalah omongan jiwa yang tidak menguasai
hati dan tidak akan mampu menolak kehadiran
syetan.
Oleh sebab itu Allah berfirman:
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila
mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka
ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka
melihat kesalahan-kesalahannya. ( Al A’raaf 201)
Perumpamaan syetan adalah bagaikan anjing
lapar yang mendekati anda. Bila anda tidak
memiliki roti atau daging pasti ia akan
meninggalkanmu walaupun Cuma menghardiknya
dengan ucapan kata. Tapi bila di tangan kita ada
daging maka ia tidak akan pergi dari kita
walaupun kita sudah berteriak ia ingin merebut
daging dari kita. Demikian juga hati bila tidak
memiliki makanan syetan akan pergi hanya
dengan dzikrullah. Syahwat bila menguasi hati
maka ia akan mengusir dzikrullah dari hati ke
pinggirnya saja dan tidak bisa merasuk dalam
relung hati. Sedangkan orang-orang muttaqin
yang terlepas dari hawa nafsu dan sifat-sifat
tercela maka ia akan dimasuki syetan bukan
karena syahwat tapi karena kelalaian dari
dzikrullah..
Dalam ayat lain disebutkan:
Artinya: Apabila kamu membaca Al Qur'an,
hendaklah kamu meminta perlindungan kepada
Allah dari syaitan yang terkutuk. Sesungguhnya
syaitan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-
orang yang beriman dan bertawakkal kepada
Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya
(syaitan) hanyalah atas orang-orang yang
mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-
orang yang mempersekutukannya dengan Allah.
(An Nahl 98-100)
Mengapa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Bila
Umar ra. Melewati suatu lereng maka syetan
mengambil lereng selain yang dilewati Umar.”?
Karena Umar memiliki hati yang bersih dari sifat-
sifat tercela sehingga syetan tidak bisa
mendekat. Kendatipun hati berusaha menjauhkan
diri dari syetan dengan dzikrullah tapi mustahil
syetan akan menjauh dari kita bila kita belum
membersihkan diri dari tempat yang disukai
syetan yaitu syahwat, seperti orang yang
meminum obat sebelum melindungi dir dari
penyakit dan perut masih disibukkan dengan
makanan yang kerasa dicerna. Taqwa adalah
perlindungan hati dari syahwat dan nafsu apabila
zikrullah masuk kedalam hati yang kosong dari
zikir maka syetan mendesak masuk seperti
masuknya penyakit bersamaan dengan
dimakannya obat dalam perut yang masih
kosong.
Allah SWT berfirman :
Artinya: Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar-benar terdapat peringatan bagi orang-
orang yang mempunyai hati atau yang
menggunakan pendengarannya, sedang dia
menyaksikannya. (Qs.Qoof 37)
Semoga manfaat sebagai Renungan buat kita
semua....
yang benar haq semua datang-Nya dari Allah
Subhanahu wa Ta’ala,Yang kurang dan khilaf
mohon sangat dimaafkan...
’’Akhirul qalam “Wa tawaashau bilhaq Watawaa
shaubisshabri...
“.Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala .
senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang
di Ridhai dan di Cintai-Nya..
Aamiin Allahuma Aamiin
SUBHANALLAH...!!!
Salam santun wa ukhuwah fillah
※*※Baarakallaahu fiikum wa jazaakumullaahu
khair ※*※

by Ukhti Muslimah

Kamis, 08 Mei 2014

ღღ Ana Uhibbuka Ladzg Ahbabtani Lahuu ღღ

Artikel oleh Ukhti Muslimah

"Allahumma baariklanaa di Rajab wa Sya'ban Wa Ballighna Ramadhan",...
~Semoga Allah memberkahi kehidupan kita dibulan-bulan ini untuk berjumpa Ramadhan,Dengan segenap kesiapan ruhiyah,fikriyah,jasadiyah,maliyah dan satukan barisan raih takwa & sambut kemenangan dakwah, Intanshurullah yanshurkum wayutsabbit aqdamakum.....

(`*•Yaa Rabbi•*´¯)...
Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta....
Berfikir sebelum bertindak....
Santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian....

Jadikanlah kami orang yang selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq....
Sebijaksana Umar bin Khattab...
Sedermawan Utsman bin Affan...
Sepintar Ali bin Abi Thalib...
Sesederhana Bilal...
Setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhum....

ღ Aamiin Yaa Rabbal'alamiin...

“Adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).” (an-Naazi’aat: 37-39)

Disaat kamu ingin melepaskan seseorang....
Ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya...

Disaat kamu mulai tidak mencintainya…
Ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya...

Disaat kamu mulai bosan dengannya…
Ingatlah selalu saat terindah bersamanya...

Disaat kamu ingin menduakannya…
Bayangkan jika dia selalu setia...

Saat kamu ingin membohonginya…
Ingatlah disaat dia jujur padamu...

Maka kamu akan merasakan arti dia untukmu...
Jangan sampai disaat dia sudah tidak disisimu....

Kamu baru menyadari semua arti dirinya untukmu...
Yang indah hanya sementara...

Yang abadi adalah kenangan...
Yang ikhlas hanya dari hati...

Yang tulus hanya dari sanubari...
Tidak mudah mencari yang hilang...

Tidak mudah mengejar impian...
Namun yg lebih susah mempertahankan yang ada...

Karena walaupun tergenggam boleh terlepas juga...
Ingatlah pada pepatah....
“Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai,maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini”

Belajar menerima apa adanya dan berfikir positif….

Hidup bagaikan mimpi...
Seindah apapun... Begitu hebat manapun...

Rumah mewah bagai Istana...
Harta benda yang tak terhitung...
Kedudukan dan Jabatan yang luar biasa...
Namun…

Ketika nafas terakhir tiba...
Sebatang jarum pun tak boleh dibawa pergi...

Sehelai benang pun tak boleh dimiliki...
Apalagi yang mau
direbutkan...

Apalagi yang mau dibanggakan...
Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani...

Jangan terlalu mementingkan diri sendiri...
Jangan hanya mau menang sendiri...

Jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita...

Belajarlah tiada hari tanpa kasih...
Selalu berlapang dada dan mengalah...

Hidup ceria,bebas leluasa…
Tak ada yang tak boleh di ikhlaskan….

Tak ada sakit hati yang tak boleh dimaafkan...
Tak ada dendam yang tak boleh terhapus…

◕✿ SEMOGA BERMANFAAT ✿

Barakallaahu Fikum wa Jazzakumullahu Khair...

~ஜ۞ஜ~ Penciptaan Manusia Menurut Al-Qur'an ~ஜ۞ஜ~


artikel oleh Ukhti Muslimah

 Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh 

*•♫¨*•♫*•♫¨*•♫
 Bismillaahirrahmaanirrahiim 
*•♫¨*•♫*•♫¨*•♫

~ஜ۞ஜ~ Asal kejadian manusia berasal daripada tanah


~ஜ۞ஜ~ Nutfah (percantuman di antara benih lelaki & perempuan)


~ஜ۞ஜ~ Alaqah (gumpalan darah beku)


~ஜ۞ஜ~ Mudghah (membentuk seketul daging)


~ஜ۞ஜ~ Proses Pembentukan tulang

~ஜ۞ஜ~ Proses daging (otot) membaluti tulang-tulang yang telah dibentuk.

~ஜ۞ஜ~ Nash’ah (peringkat perkembangan janin di dalam rahim ibu)

Allah SWT telah menceritakan proses penciptaan manusia di dalam Al-Qur’an secara terperinci, Allah berfirman dalam surat Al-Mu’minun :

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik.” (QS. Al-Mu’minun : 12-14).

Maka Bersyukurlah Allah telah menciptakan kita beserta isi-Nya…

Puji syukur padaMu ya Allah, Terima Kasih Ibu ….

===:( Mari Berdo'a )=====

“Ya Allah, ampunilah kami dan kedua orang tua kami, dan sayangilah kedua orang tua kami sebagaimana mereka telah memelihara / mendidik kami sewaktu kami kecil.”

Aamiin Ya Rabbal 'aalamiin.

Semoga doa-doa yang selalu kita panjatkan di ijabah oleh Allah SWT.