supported by www.hasanahmuslimah.com

supported by www.hasanahmuslimah.com

Kamis, 26 Juni 2014

~"Indahnya Hidup Bersama al-Quran"~

oleh: Ukhti Muslimah

~ஜ۞ஜ~ Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..!!! ~ஜ۞ஜ~ 


Bismillaahirrahmaanirrahiim 


" Hidup bersama Alquran adalah kenikmatan tiada tara.
Lalu, bagaimana cara mendapatkannya?

Alquran adalah sumber kemuliaan. Siapapun yang menjadikan Alquran sebagai panduan hidup, maka tidak ada yang akan dia dapatkan selain kemuliaan (QS Al-Anbiyaa [21]: 10).
Namun, siapa pun yang berpaling dari tuntutan Alquran, maka Allah akan memberikan kesempitan dalam hidupnya (QS Thahaa [20]: 124).

Karena itu, syarat paling mendasar dalam berinteraksi dengan Alquran adalah bagaimana kita mampu menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup sehari-hari.

Ada empat keuntungan yang akan kita peroleh bila berinteraksi dengan Alquran.

" Pertama: melahirkan jiwa yang sabar. Banyak kisah tentang cobaan berat yang menimpa para pejuang Islam. Mereka diintimidasi, disiksa, dipenjarakan, bahkan dibunuh. Namun kebersamaannya dengan Alquran membuat mereka menjadi orang-orang yang sangat tabah. Nadimah Khatul, seorang mujahidah Afghanistan, contohnya. Beliau dipenjarakan oleh kaum komunis selama enam tahun. Dan ia mengatakan, "Kami mengalami berbagai siksaan berat. Namun membaca dan mengkaji Alquran membantu kami bersabar dan bertahan menghadapinya".

Kedua: " melembutkan hati. Seorang ulama mengatakan, "Sesungguhnya hati itu mengkristal sebagaimana mengkristalnya besi, maka lembutkanlah ia dengan Alquran".

Ketiga; " mengokohkan hati. Difirmankan, Dan semua kisah rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu (QS Hud [11]: 120).

Keempat: " sebagai nasihat dan obat tatkala hati sedih dan gundah.
Allah SWT berfirman, Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu nasihat dari Tuhanmu dan obat bagi yang ada di dalam dada, petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman (QS Yunus [10]: 57).

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam... mewanti-wanti para sahabat agar berhati-hati dengan
waktu senggang.

" Beliau Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda,
“Ada dua kenikmatan yang membuat
banyak orang terpedaya yakni nikmat sehat dan waktu senggang.” (HR.Bukhari)

Semoga kita menjadi bagian orang Gemar Membaca Al Qur'an...
mampu memanfaatkan waktu luang untuk berinteraksi dengan Al Qura'an...

Kamis, 19 Juni 2014

Penyebab Membusuknya Hati

Penyebab Membusuknya Hati:

Salah pergaulan;
" obatnya adalah Uzlah (menyendiri), bersosialisasi dalam kepentingan saja.

Angan-angan meluap;
" obatnya adalah Qona’ah, menikmati yang ada, tidak mendambakan yang tidak ada.

Bergantung kepada selain Allah;
" obatnya adalah Inaabah, ruju’ kepada Allah SWT.

Tamak;
" obatnya adalah Puasa, yang wajib dan sunnah.

Terlalu banyak tidur;
" obatnya adalah Shalat Malam...

SUBHANALLAH...!!!

"Semoga bermanfaat"



oleh: Ukhti Muslimah

Selasa, 10 Juni 2014

Taubat

 Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh 

*•♫¨*•♫*•♫¨*•♫
 Bismillaahirrahmaanirrahiim 
*•♫¨*•♫*•♫¨*•♫


Taubat memiliki arti: berhenti melakukan kemaksiatan dan kembali menuju ketaatan.
Taubat adalah amalan yang sangat dicintai Allah ta’ala:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)

Taubat hukumnya wajib atas setiap mukmin:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا

“Wahai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sungguh-sungguh.” (QS. At-Tahrim : 8)

Taubat bisa mendatangkan kemenangan:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Bertaubatlah kepada Allah, wahai orang-oran beriman sekalian agar kalian beruntung.” (QS. An-Nur : 31)

Dan keberuntungan akan dicapai manusia tatkala dirinya merasa sangat butuh kepada-Nya hingga Allah menyelamatkan jiwa yang terperosok mengikuti hawa nafsunya itu.

Taubat yang sungguh-sungguh akan mendatangkan limpahan ampunan Allah atas dosa-dosa seorang hamba. Dosa yang makin hari kian bertambah banyak.

.قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: Wahai para hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendirinya, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah Mengampuni semua dosa dan Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)

Saudaraku yang berbuat dosa, jangalah kalian berputus asa terhadap rahmat Rabb mu karena pintu taubat itu senantiasa terbuka sampai matahari terbit dari arah barat.

Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

إن الله عز وجل يبسط يده بالليل ليتوب مسيء النهار، ويبسط يده بالنهار ليتوب مسيء الليل، حتى تطلع الشمس من مغربها

“Sesungguhnya Allah Ta’ala membentangkan tangan-Nya di malam hari untuk menerima taubat hamba yang berdosa di siag hari. Dan Allah Ta’ala membentangkan tagan-Nya di siang hari untuk menerima taubat hamba yang berdosa di malam hari, sampai matahari terbit dari barat.” (HR. Muslim).

Betapa banyak orang yang bertaubat atas dosa-dosanya yang besar dan Allah menerima taubat mereka. Allah ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا ( ) يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا ( ) إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sesembahan lainnya dan tidak membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan alasan yang benar, dan tidak berzina dan barangsiapa yang melakukan demikian itu niscaya dia mendapat hukuman yang berat. (Yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat dan beriman dan mengerjakan kebajikan maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun , Maha Penyayang.” (QS. Al-Furqan : 68-70)

Taubat yang nasuhah (serius) tidak terlepas dari 5 syarat:

Pertama, Ikhlas karena Allah yaitu berniat semata-mata mengharap wajah Allah, pahala atas taubatnya serta berharap selamat dari siksaan-Nya.

Kedua, menyesali kemaksiatan yang ia lakukan, merasa sedih dan berjanji untuk tidak mengulanginya.

Ketiga, menjauhkan diri dari perbuatan maksiat sesegera mungkin. Jika perbutan tersebut melanggar hak-hak Allah maka segera tinggalkan. Karena perbuatan tersebut haram dilakukan sehingga wajib ditinggalkan. Adapun jika berkaitan dengan hak-hak makhluk maka bergegaslah meminta maaf baik dengan mengembalikan haknya atau meminta kelapangan hatinya agar mau memaafkan.

Keempat, bertekad untuk tidak mengulangi kemaksiatan tersebut di waktu-waktu mendatang.

Kelima, hendaknya taubat dilakukan sebelum ditutupnya pintu taubat, yaitu sebelum ajal menjemput dan sebelum terbitnya matahari dari arah barat. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ

“Dan Taubat itu tidaklah (diterima Allah) dari mereka yang berbuat kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seorang diantara mereka barulah dia mengatakan, ‘Saya benar-benar taubat sekarang.’” (QS. An-Nisa : 18)

Sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam,

من تاب قبل أن تطلع الشمس من مغربها، تاب الله عليه

“Barangsiapa yang taubat sebelum terbitnya matahari dari arah barat maka Allah terima taubatnya.” (HR Muslim)

Ya Allah berilah kami taufik agar senantisa bertaubat dengan sungguh-sungguh dan terimalah amalan kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha mengetahui.

Aamiin yaa Rabbal 'aalamiin.

SUBHANALLAH...!!!

"SEMOGA BERMANFAAT"

SALAM SANTUN WA UKHUWAH FILLAH 



oleh : Ukhti Muslimah

Cara Menjadi Kaya dan Bahagia dalam 5 menit

 Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh 

*•♫¨*•♫*•♫¨*•♫
 Bismillaahirrahmaanirrahiim 
*•♫¨*•♫*•♫¨*•♫

Pernahkah Anda mendengar peribahasa asing yang berbunyi: In the valley of the blind, One eyed man is the king ?

Artinya adalah: orang yang hanya memiliki 1 buah mata adalah raja di sebuah desa yang seluruh penduduknya buta.
Inilah konsep kebahagiaan. Memang, orang yang hanya memiliki 1 buah mata akan dianggap cacat bagi orang yang memiliki mata normal sepasang. Tapi bagi orang yang buta atau tidak memiliki mata sama sekali, maka orang yang hanya memiliki mata sebelah dianggap spesial karena memiliki apa yang tidak mereka miliki.

Demikian pula dengan kebahagiaan. Kita tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan selama kita selalu memandang ke atas.

Memang orang yang hanya memiliki mata sebuah,akan merasa memiliki kelebihan dibanding orang yang buta. Tapi bila ia berada pada penduduk yang semuanya bermata normal sepasang, maka ia hanyalah orang yang dianggap cacat karena tidak memiliki apa yang orang lain miliki. Tak butuh waktu lama bagi si mata satu untuk merasa sedih dan tidak bahagia bila berada di lingkungan orang yang bermata normal sepasang.

Dengan memandang kebawah, kita jadi semakin mensyukuri terhadap apa yang kita miliki. Sedangkan melihat keatas kita justru menginginkan apa yang tidak kita miliki.

Kemudian apakah arti kaya ? Kaya menurut bahasa Arab adalah ghaniyyu, yaitu arti sesungguhnya adalah tidak menginginkan apapun selain yang kita miliki. Jadi, walaupun kita memiliki seluruh kekayaan di dunia, selama kita masih menginginkan rembulan, maka kita kembali menjadi fakir. Hal ini karena kita tetap saja menginginkan apa yang tidak kita miliki.

Menjadi kaya dan bahagia tidak selalu berhubungan dengan berhasilnya mendapatkan harta, benda, maupun karunia yang sebanyak-banyaknya. Menjadi kaya dan bahagia adalah proses menata hati kita sendiri menuju jalan yang diridhoi oleh Allah Azza wa Jalla, yaitu dengan mensyukuri apa yang kita miliki dan tidak menginginkan apa yang tidak kita miliki.

Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Rasulullah SAW bersabda: Seandainya anak cucu Adam mempunyai dua lembah harta, tentu ia masih menginginkan yang ketiga. Padahal yang memenuhi perut anak cucu Adam hanyalah tanah. Dan Allah menerima tobat orang yang mau bertobat.

Hadis riwayat Abu Hurairah ra:
Bahwa Rasulullah SAW bersabda: Ketika seseorang dari kalian memandang orang yang melebihi dirinya dalam harta dan anak, maka hendaknya ia juga memandang orang yang lebih rendah darinya, yaitu dari apa yang telah dilebihkan kepadanya

Hadis riwayat Abu Hurairah ra:
Bahwa Rasulullah SAW bersabda: Kaya itu bukanlah lantaran banyak harta. Tapi, kaya itu adalah kaya hati.

Setelah Anda selesai membaca tulisan ini selama 5 menit, kini Anda dapat mempraktekannya alam hidup Anda sehingga menjadi lebih kaya dan lebih bahagia.

SUBHANALLAH...!!!

"Semoga bermanfaat"


oleh : Ukhti Muslimah