Info Muslimah
supported by www.hasanahmuslimah.com
Minggu, 13 September 2015
Senin, 21 Juli 2014
KEBAHAGIAAN
oleh: Ukhti Muslimah
“Saat seorang bayi manusia terlahir ke dunia, hal pertama yang ia pelajari adalah bagaimana cara untuk menangis. Selepas itu, sisa dikeseluruhan hidupnya akan ia gunakan untuk belajar bagaimana agar ia mampu tersenyum saat kehidupan memaksanya untuk menangis. Bagi seorang Muslim, hidup tak sekedar itu. Ia harus belajar, bagaimana caranya agar kehidupan yang singkat ini tidak hanya diisi dengan tawa-tawa sesaat yang kemudian ia tukar dengan tangisan abadi di Akhirat”.
Seorang beriman yang jujur dengan keimanannya, layak dan ber-haq untuk bahagia.
Bahagia dalam islamnya itu sendiri, karena semua kebahagiaan diluar itu adalah semu dan menipu. Jika saja tolak ukur kebahagiaan itu sekedar tawa-tawa, maka orang kafirpun mampu menggapainya.
Kebahagiaan itu bukan rahasia.
Pintu-pintu ketenangan itu senantiasa terbuka bagi siapa saja yang terbangun dipagi hari atau malamnya, sejenak meluangkan waktu untuk berfikir dan bersyukur tentang berbagai kesempatan yang Allah hadiahkan dalam satu paket "kehidupan" ini, kehidupan sesaat untuk masa yang Abadi.
Tidak saudaraku, sekali-kali tidak!
Urusan dunia ini tidak harus kita selesaikan semuanya disini, biarlah semuanya mengalir seperti air. Jika dunia ini telah adil, maka untuk apakah Peradilan-Nya disana? Jangan kita terus menambah beban bahu itu, jangan biarkan ia terus melemah menanggung berbagai ambisi dan nafsu-nafsu yang selamanya tidak akan terpuaskan. Merebahlah..
Kebahagiaan sebenarnya itu bukan disini, tapi disana.
Disebuah hari yang kekal tiada akhir, di mana semua jiwa-jiwa yang beriman diistirahatkan dari lelahnya kehidupan. Di mana para pejuang berhenti dari kelelahannya, di mana para pengikut yang setia berbahagia di telaganya, mereguk kenikmatan yang memusnahkan rasa haus untuk selama-lamanya.
Disanalah Ke-Maha-Adilan Allah Yang Maha Adil.. dipertontonkan kepada seluruh Mahluk-Nya yang pernah hidup di bumi ini. Tidak ada kedzaliman disana.
Allah – Dzat Yang Maha Adil dalam setiap keputusan-Nya – akan memberikan hukuman dan pahala dengan cermat, sehingga tidak terdapat ketimpangan atau ketidakteraturan yang kecil sekali pun.
Seperti terciptanya semesta raya ini dengan setiap detailsnya.
“Maka Apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun?” (Q.S. Al Qaaf: 8)
SUBHANALLAH...!!!
"Semoga bermanfaat"
“Saat seorang bayi manusia terlahir ke dunia, hal pertama yang ia pelajari adalah bagaimana cara untuk menangis. Selepas itu, sisa dikeseluruhan hidupnya akan ia gunakan untuk belajar bagaimana agar ia mampu tersenyum saat kehidupan memaksanya untuk menangis. Bagi seorang Muslim, hidup tak sekedar itu. Ia harus belajar, bagaimana caranya agar kehidupan yang singkat ini tidak hanya diisi dengan tawa-tawa sesaat yang kemudian ia tukar dengan tangisan abadi di Akhirat”.
Seorang beriman yang jujur dengan keimanannya, layak dan ber-haq untuk bahagia.
Bahagia dalam islamnya itu sendiri, karena semua kebahagiaan diluar itu adalah semu dan menipu. Jika saja tolak ukur kebahagiaan itu sekedar tawa-tawa, maka orang kafirpun mampu menggapainya.
Kebahagiaan itu bukan rahasia.
Pintu-pintu ketenangan itu senantiasa terbuka bagi siapa saja yang terbangun dipagi hari atau malamnya, sejenak meluangkan waktu untuk berfikir dan bersyukur tentang berbagai kesempatan yang Allah hadiahkan dalam satu paket "kehidupan" ini, kehidupan sesaat untuk masa yang Abadi.
Tidak saudaraku, sekali-kali tidak!
Urusan dunia ini tidak harus kita selesaikan semuanya disini, biarlah semuanya mengalir seperti air. Jika dunia ini telah adil, maka untuk apakah Peradilan-Nya disana? Jangan kita terus menambah beban bahu itu, jangan biarkan ia terus melemah menanggung berbagai ambisi dan nafsu-nafsu yang selamanya tidak akan terpuaskan. Merebahlah..
Kebahagiaan sebenarnya itu bukan disini, tapi disana.
Disebuah hari yang kekal tiada akhir, di mana semua jiwa-jiwa yang beriman diistirahatkan dari lelahnya kehidupan. Di mana para pejuang berhenti dari kelelahannya, di mana para pengikut yang setia berbahagia di telaganya, mereguk kenikmatan yang memusnahkan rasa haus untuk selama-lamanya.
Disanalah Ke-Maha-Adilan Allah Yang Maha Adil.. dipertontonkan kepada seluruh Mahluk-Nya yang pernah hidup di bumi ini. Tidak ada kedzaliman disana.
Allah – Dzat Yang Maha Adil dalam setiap keputusan-Nya – akan memberikan hukuman dan pahala dengan cermat, sehingga tidak terdapat ketimpangan atau ketidakteraturan yang kecil sekali pun.
Seperti terciptanya semesta raya ini dengan setiap detailsnya.
“Maka Apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun?” (Q.S. Al Qaaf: 8)
SUBHANALLAH...!!!
"Semoga bermanfaat"
Kamis, 26 Juni 2014
~"Indahnya Hidup Bersama al-Quran"~
oleh: Ukhti Muslimah
~ஜ۞ஜ~ Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..!!! ~ஜ۞ஜ~
Bismillaahirrahmaanirrahiim
" Hidup bersama Alquran adalah kenikmatan tiada tara.
Lalu, bagaimana cara mendapatkannya?
Alquran adalah sumber kemuliaan. Siapapun yang menjadikan Alquran sebagai panduan hidup, maka tidak ada yang akan dia dapatkan selain kemuliaan (QS Al-Anbiyaa [21]: 10).
Namun, siapa pun yang berpaling dari tuntutan Alquran, maka Allah akan memberikan kesempitan dalam hidupnya (QS Thahaa [20]: 124).
Karena itu, syarat paling mendasar dalam berinteraksi dengan Alquran adalah bagaimana kita mampu menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup sehari-hari.
Ada empat keuntungan yang akan kita peroleh bila berinteraksi dengan Alquran.
" Pertama: melahirkan jiwa yang sabar. Banyak kisah tentang cobaan berat yang menimpa para pejuang Islam. Mereka diintimidasi, disiksa, dipenjarakan, bahkan dibunuh. Namun kebersamaannya dengan Alquran membuat mereka menjadi orang-orang yang sangat tabah. Nadimah Khatul, seorang mujahidah Afghanistan, contohnya. Beliau dipenjarakan oleh kaum komunis selama enam tahun. Dan ia mengatakan, "Kami mengalami berbagai siksaan berat. Namun membaca dan mengkaji Alquran membantu kami bersabar dan bertahan menghadapinya".
Kedua: " melembutkan hati. Seorang ulama mengatakan, "Sesungguhnya hati itu mengkristal sebagaimana mengkristalnya besi, maka lembutkanlah ia dengan Alquran".
Ketiga; " mengokohkan hati. Difirmankan, Dan semua kisah rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu (QS Hud [11]: 120).
Keempat: " sebagai nasihat dan obat tatkala hati sedih dan gundah.
Allah SWT berfirman, Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu nasihat dari Tuhanmu dan obat bagi yang ada di dalam dada, petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman (QS Yunus [10]: 57).
Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam... mewanti-wanti para sahabat agar berhati-hati dengan
waktu senggang.
" Beliau Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda,
“Ada dua kenikmatan yang membuat
banyak orang terpedaya yakni nikmat sehat dan waktu senggang.” (HR.Bukhari)
Semoga kita menjadi bagian orang Gemar Membaca Al Qur'an...
mampu memanfaatkan waktu luang untuk berinteraksi dengan Al Qura'an...
~ஜ۞ஜ~ Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..!!! ~ஜ۞ஜ~
Bismillaahirrahmaanirrahiim
" Hidup bersama Alquran adalah kenikmatan tiada tara.
Lalu, bagaimana cara mendapatkannya?
Alquran adalah sumber kemuliaan. Siapapun yang menjadikan Alquran sebagai panduan hidup, maka tidak ada yang akan dia dapatkan selain kemuliaan (QS Al-Anbiyaa [21]: 10).
Namun, siapa pun yang berpaling dari tuntutan Alquran, maka Allah akan memberikan kesempitan dalam hidupnya (QS Thahaa [20]: 124).
Karena itu, syarat paling mendasar dalam berinteraksi dengan Alquran adalah bagaimana kita mampu menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup sehari-hari.
Ada empat keuntungan yang akan kita peroleh bila berinteraksi dengan Alquran.
" Pertama: melahirkan jiwa yang sabar. Banyak kisah tentang cobaan berat yang menimpa para pejuang Islam. Mereka diintimidasi, disiksa, dipenjarakan, bahkan dibunuh. Namun kebersamaannya dengan Alquran membuat mereka menjadi orang-orang yang sangat tabah. Nadimah Khatul, seorang mujahidah Afghanistan, contohnya. Beliau dipenjarakan oleh kaum komunis selama enam tahun. Dan ia mengatakan, "Kami mengalami berbagai siksaan berat. Namun membaca dan mengkaji Alquran membantu kami bersabar dan bertahan menghadapinya".
Kedua: " melembutkan hati. Seorang ulama mengatakan, "Sesungguhnya hati itu mengkristal sebagaimana mengkristalnya besi, maka lembutkanlah ia dengan Alquran".
Ketiga; " mengokohkan hati. Difirmankan, Dan semua kisah rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu (QS Hud [11]: 120).
Keempat: " sebagai nasihat dan obat tatkala hati sedih dan gundah.
Allah SWT berfirman, Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu nasihat dari Tuhanmu dan obat bagi yang ada di dalam dada, petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman (QS Yunus [10]: 57).
Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam... mewanti-wanti para sahabat agar berhati-hati dengan
waktu senggang.
" Beliau Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda,
“Ada dua kenikmatan yang membuat
banyak orang terpedaya yakni nikmat sehat dan waktu senggang.” (HR.Bukhari)
Semoga kita menjadi bagian orang Gemar Membaca Al Qur'an...
mampu memanfaatkan waktu luang untuk berinteraksi dengan Al Qura'an...
Langganan:
Komentar (Atom)