supported by www.hasanahmuslimah.com

supported by www.hasanahmuslimah.com

Senin, 21 Juli 2014

KEBAHAGIAAN

oleh: Ukhti Muslimah

“Saat seorang bayi manusia terlahir ke dunia, hal pertama yang ia pelajari adalah bagaimana cara untuk menangis. Selepas itu, sisa dikeseluruhan hidupnya akan ia gunakan untuk belajar bagaimana agar ia mampu tersenyum saat kehidupan memaksanya untuk menangis. Bagi seorang Muslim, hidup tak sekedar itu. Ia harus belajar, bagaimana caranya agar kehidupan yang singkat ini tidak hanya diisi dengan tawa-tawa sesaat yang kemudian ia tukar dengan tangisan abadi di Akhirat”.

Seorang beriman yang jujur dengan keimanannya, layak dan ber-haq untuk bahagia.
Bahagia dalam islamnya itu sendiri, karena semua kebahagiaan diluar itu adalah semu dan menipu. Jika saja tolak ukur kebahagiaan itu sekedar tawa-tawa, maka orang kafirpun mampu menggapainya.

Kebahagiaan itu bukan rahasia.
Pintu-pintu ketenangan itu senantiasa terbuka bagi siapa saja yang terbangun dipagi hari atau malamnya, sejenak meluangkan waktu untuk berfikir dan bersyukur tentang berbagai kesempatan yang Allah hadiahkan dalam satu paket "kehidupan" ini, kehidupan sesaat untuk masa yang Abadi.

Tidak saudaraku, sekali-kali tidak!
Urusan dunia ini tidak harus kita selesaikan semuanya disini, biarlah semuanya mengalir seperti air. Jika dunia ini telah adil, maka untuk apakah Peradilan-Nya disana? Jangan kita terus menambah beban bahu itu, jangan biarkan ia terus melemah menanggung berbagai ambisi dan nafsu-nafsu yang selamanya tidak akan terpuaskan. Merebahlah..

Kebahagiaan sebenarnya itu bukan disini, tapi disana.
Disebuah hari yang kekal tiada akhir, di mana semua jiwa-jiwa yang beriman diistirahatkan dari lelahnya kehidupan. Di mana para pejuang berhenti dari kelelahannya, di mana para pengikut yang setia berbahagia di telaganya, mereguk kenikmatan yang memusnahkan rasa haus untuk selama-lamanya.

Disanalah Ke-Maha-Adilan Allah Yang Maha Adil.. dipertontonkan kepada seluruh Mahluk-Nya yang pernah hidup di bumi ini. Tidak ada kedzaliman disana.
Allah – Dzat Yang Maha Adil dalam setiap keputusan-Nya – akan memberikan hukuman dan pahala dengan cermat, sehingga tidak terdapat ketimpangan atau ketidakteraturan yang kecil sekali pun.
Seperti terciptanya semesta raya ini dengan setiap detailsnya.

“Maka Apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun?” (Q.S. Al Qaaf: 8)

SUBHANALLAH...!!!

"Semoga bermanfaat"