oleh: Ukhti Muslimah
“Saat
seorang bayi manusia terlahir ke dunia, hal pertama yang ia pelajari
adalah bagaimana cara untuk menangis. Selepas itu, sisa dikeseluruhan
hidupnya akan ia gunakan untuk belajar bagaimana agar ia mampu tersenyum
saat kehidupan memaksanya untuk menangis. Bagi seorang Muslim, hidup
tak sekedar itu. Ia harus belajar, bagaimana caranya agar kehidupan yang
singkat ini tidak hanya diisi dengan tawa-tawa sesaat yang kemudian ia
tukar dengan tangisan abadi di Akhirat”.
Seorang beriman yang jujur dengan keimanannya, layak dan ber-haq untuk bahagia.
Bahagia dalam islamnya itu sendiri, karena semua kebahagiaan diluar
itu adalah semu dan menipu. Jika saja tolak ukur kebahagiaan itu sekedar
tawa-tawa, maka orang kafirpun mampu menggapainya.
Kebahagiaan itu bukan rahasia.
Pintu-pintu ketenangan itu senantiasa terbuka bagi siapa saja yang
terbangun dipagi hari atau malamnya, sejenak meluangkan waktu untuk
berfikir dan bersyukur tentang berbagai kesempatan yang Allah hadiahkan
dalam satu paket "kehidupan" ini, kehidupan sesaat untuk masa yang
Abadi.
Tidak saudaraku, sekali-kali tidak!
Urusan dunia ini
tidak harus kita selesaikan semuanya disini, biarlah semuanya mengalir
seperti air. Jika dunia ini telah adil, maka untuk apakah Peradilan-Nya
disana? Jangan kita terus menambah beban bahu itu, jangan biarkan ia
terus melemah menanggung berbagai ambisi dan nafsu-nafsu yang selamanya
tidak akan terpuaskan. Merebahlah..
Kebahagiaan sebenarnya itu bukan disini, tapi disana.
Disebuah hari yang kekal tiada akhir, di mana semua jiwa-jiwa yang
beriman diistirahatkan dari lelahnya kehidupan. Di mana para pejuang
berhenti dari kelelahannya, di mana para pengikut yang setia berbahagia
di telaganya, mereguk kenikmatan yang memusnahkan rasa haus untuk
selama-lamanya.
Disanalah Ke-Maha-Adilan Allah Yang Maha Adil..
dipertontonkan kepada seluruh Mahluk-Nya yang pernah hidup di bumi ini.
Tidak ada kedzaliman disana.
Allah – Dzat Yang Maha Adil dalam
setiap keputusan-Nya – akan memberikan hukuman dan pahala dengan cermat,
sehingga tidak terdapat ketimpangan atau ketidakteraturan yang kecil
sekali pun.
Seperti terciptanya semesta raya ini dengan setiap detailsnya.
“Maka Apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka,
bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak
mempunyai retak-retak sedikitpun?” (Q.S. Al Qaaf: 8)
SUBHANALLAH...!!!
"Semoga bermanfaat"