supported by www.hasanahmuslimah.com

supported by www.hasanahmuslimah.com

Rabu, 23 April 2014

10 Kalimat Panggilan Bumi

Anas bin malik berkata: 

Bahwa bumi setiap hari memanggil dengan sepuluh kalimat Yaitu...

1- Wahai anak adam. 
engkau berjalan diatas punggungku dan engkau akan kembali ke dalam perutku..

2- Engkau bermaksiat di atas punggungku.
Maka engkau akan disiksa di dalam perutku..

3- Engkau tertawa diatas punggungku,
maka engkau akan menangis diperutku.

4- Engaku makan barang haram di atas punggungku, 
maka engkau akan dimakan ulat dalam perutku.

5- Engkau bergembira di atas punggungku
Maka engkau akan bersedih di dalam perutku.

6- Engkau mengumpulkan barang haram di atas punggungku, 
maka engkau akan hancur dalam perutku.

7- Engkau berlaku sombong di atas punggungku ,
maka engkau akan terhina di dalam perutku..

8- Engkau berjalan senang di atas punggungku, 
maka engkau akan jatuh susah di perutku.

9- Engkau berjalan dibawah cahaya di atas punggungku,
maka engkau akan duduk dalam gelapnya perutku..

10- Engkau berjalan dengan orang banyak diatas punggungku,
maka engkau akan duduk sendirian dalam perutku..

Subhannallah kalau sudah mendengar seperti itu..
Kenapa kita sombong di dunia ini.?

#Semoga tulisan ini dapat membuka
pintu hati kita yang telah lama
terkunci ..

Selasa, 22 April 2014

MUHASABAH DIRI

oleh Ukhti Muslimah

*•♫♥♥¨*•♫♥*•♫♥♥¨*•♫♥*•♫•* 
 Bismillaahirrahmaanirrahiim 
*•♫♥♥¨*•♫♥*•♫♥♥¨*•♫♥*•♫•*

~"Berhenti sejenak dalam kehidupan bukan berarti menyerah dalam menjalaninya, akan tetapi terkadang diri ini , tubuh ini perlu di "refresh" sejenak agar mampu mengevaluasi, apa-apa saja yang telah kita lakukan selama ini, apakah banyak kebaikan atau keburukan...???
Ya Allah penggenggam jiwaku...
Kembali aku bersimpuh dihadapan MU,
Betapa tak berartinya diri ini tanpa MU,
Karuniakan kepadaku ibadah yang benar,
Karuniakan kepadaku Ilmu yang diamalkan,
Karuniakan kepadaku Kezuhudan yang tulus.
Ya Rabbi...
Aku hanyalah sebutir pasir di jagad MU yang luas,
Yang tiada daya tanpa MU,
Yang tiada punya kemampuan apa2 tanpa MU,
Yang tak akan terlihat selain Engkau.
Penuhi harapanku dengan kasih Mu.
Ya Allah....
Aku hanyalah setetes embun di samudera luas Mu,
Kusadari KAU ciptakan aku dari setetes air,
Kusadari kefaqiranku, tanpa MU,
Kusadari kebodohanku tanpa MU,
Kusadari akan kelemahanku,
Selamatkan aku dari intaian jahannam.
Ya Rahman....
Lindungi aku dari apa yang aku takuti dengan kasih MU,
Janganlah mengujiku dengan ketakaburan,
Jangan rusakkan ibadahku dengan kebanggan diri,
Jangan hancurkan aku dengan kemaksiyatan,
Jadikan aku orang yang pandai beribadah kepadaMU.
Ya Rahiim...
Janganlah Engkau tinggalkan dalam diriku satu cacat yang mempermalukanku kecuali Engkau betulkan,
Janganlah Engkau tinggalkan dalam diriku satu aib yang menyalahkanku kecuali Engkau baguskan,
Janganlah Engkau tinggalkan dalam diriku satu kekurangan dalam kemuliaanku kecuali Engkau sempurnakan,
Sempurnakan niatku dengan anugerah Mu
Luruskan keyakinanku dengan apa yang ada di sisiMu
Perbaikilah dengan kekuasaanMu apa yang rusak dalam hatiku.
Ya Muhaimin....
Berikan kepada kami kebaikan di akhirat dan kebaikan di dunia,
Sungguh, jangan biarkan aku menzalimi padahal Engkau sanggup menahanku,
Sungguh, jangan biarkan aku di zalimi padahal Engkau berkuasa untuk membelaku,
Sungguh, jangan Engkau biarkan aku tersesat padahal Engkau dapat memberi petunjuk kepadaku
Mudahkan aku dalam mencapai ridhaMu,
Gerakkan aku kepada yang paling Kau ridhai.
Ya Allah....
Rindu ini semakin dalam,
Aku sudah jemu dengan kehidupan fana,
Dimana tak ada satupun makhluk Mu yang mengerti kecuali Engkau,
Saling silang diantara mereka membuat ku semakin tak nyaman,
Beri kekuatan kepada hambaMU ini, agar sabar menunggu pertemuan,
Beri hamba kekuatan agar tak hancur dimakan zaman,
Ya Allah....
Tutuplah hidupku dengan ampunanMu Ya Robb...
۞۩۩۞۩۩۞۩۩۞۩۩۞۩۩۞۩۩۞
۞Amiin yaa Rabbal 'Aalamiin۞
۞۩۩۞۩۩۞۩۩۞۩۩۞۩۩۞۩۩۞
SUBHANALLAH...!!!
"Semoga bermanfaat"

Renungan "Surat Ibu Untuk Anak"

oleh Ukhti Muslimah

*•♫♥♥¨*•♫♥*•♫♥♥¨*•♫♥*•♫•* 
 Bismillaahirrahmaanirrahiim 
*•♫♥♥¨*•♫♥*•♫♥♥¨*•♫♥*•♫•*


Wahai anakku,

Surat ini datang dari Ibumu yang selalu dirundung sengsara… Setelah berpikir panjang Ibu mencoba untuk menulis dan menggoreskan pena, sekalipun keraguan dan rasa malu menyelimuti diri. Setiap kali menulis, setiap kali itu pula gores tulisan terhalang oleh tangis, dan setiap kali menitikkan air mata setiap itu pula hati terluka…

Wahai anakku!

Sepanjang masa yang telah engkau lewati, kulihat engkau telah menjadi laki-laki dewasa, laki-laki yang cerdas dan bijak! Karenanya engkau pantas membaca tulisan ini, sekalipun nantinya engkau remas kertas ini lalu engkau merobeknya, sebagaimana sebelumnya engkau telah remas hati dan telah engkau robek pula perasaanku.

Wahai anakku…

25 tahun telah berlalu, dan tahun-tahun itu merupakan tahun kebahagiaan dalam kehidupanku. Suatu ketika dokter datang menyampaikan kabar tentang kehamilanku dan semua ibu sangat mengetahui arti kalimat tersebut. Bercampur rasa gembira dan bahagia dalam diri ini sebagaimana ini adalah awal mula dari perubahan fisik dan emosi…

Semenjak kabar gembira tersebut aku membawamu 9 bulan. Tidur, berdiri, makan dan bernafas dalam kesulitan. Akan tetapi itu semua tidak mengurangi cinta dan kasih sayangku kepadamu, bahkan ia tumbuh bersama berjalannya waktu.

Aku mengandungmu, wahai anakku! Pada kondisi lemah di atas lemah, bersamaan dengan itu aku begitu gembira tatkala merasakan terjangan kakimu dan balikan badanmu di perutku. Aku merasa puas setiap aku menimbang diriku, karena semakin hari semakin bertambah berat perutku, berarti engkau sehat wal afiat dalam rahimku.

Penderitaan yang berkepanjangan menderaku, sampailah saat itu, ketika fajar pada malam itu, yang aku tidak dapat tidur dan memejamkan mataku barang sekejap pun. Aku merasakan sakit yang tidak tertahankan dan rasa takut yang tidak bisa dilukiskan.

Sakit itu terus berlanjut sehingga membuatku tidak dapat lagi menangis. Sebanyak itu pula aku melihat kematian menari-nari di pelupuk mataku, hingga tibalah waktunya engkau keluar ke dunia. Engkau pun lahir… Tangisku bercampur dengan tangismu, air mata kebahagiaan. Dengan semua itu, sirna semua keletihan dan kesedihan, hilang semua sakit dan penderitaan, bahkan kasihku padamu semakin bertambah dengan bertambah kuatnya sakit. Aku raih dirimu sebelum aku meraih minuman, aku peluk cium dirimu sebelum meneguk satu tetes air yang ada di kerongkonganku.

Wahai anakku… telah berlalu tahun dari usiamu, aku membawamu dengan hatiku dan memandikanmu dengan kedua tangan kasih sayangku. Saripati hidupku kuberikan kepadamu. Aku tidak tidur demi tidurmu, berletih demi kebahagiaanmu.

Harapanku pada setiap harinya; agar aku melihat senyumanmu. Kebahagiaanku setiap saat adalah celotehmu dalam meminta sesuatu, agar aku berbuat sesuatu untukmu… itulah kebahagiaanku!

Kemudian, berlalulah waktu. Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Demi kewajibanku padamu aku setia menjadi pelayanmu yang tidak pernah lalai dan berhenti, dan menjadi pekerjamu yang tidak pernah mengenal lelah serta mendo’akan selalu kebaikan dan taufiq untukmu.

Aku selalu memperhatikan dirimu hari demi hari hingga engkau menjadi dewasa. Badanmu yang tegap, ototmu yang kekar, kumis dan jambang tipis yang telah menghiasi wajahmu, telah menambah ketampananmu. Tatkala itu aku mulai melirik ke kiri dan ke kanan demi mencari pasangan hidupmu.

Semakin dekat hari perkawinanmu, semakin dekat pula hari kepergianmu. saat itu pula hatiku mulai serasa teriris-iris, air mataku mengalir, entah apa rasanya hati ini. Bahagia telah bercampur dengan duka, tangis telah bercampur pula dengan tawa. Bahagia karena engkau mendapatkan pasangan dan sedih karena engkau pelipur hatiku akan berpisah denganku.

Waktu berlalu seakan-akan aku menyeretnya dengan berat. Kiranya setelah perkawinan itu aku tidak lagi mengenal dirimu, senyummu yang selama ini menjadi pelipur duka dan kesedihan, sekarang telah sirna bagaikan matahari yang ditutupi oleh kegelapan malam. Tawamu yang selama ini kujadikan buluh perindu, sekarang telah tenggelam seperti batu yang dijatuhkan ke dalam kolam yang hening, dengan dedaunan yang berguguran. Aku benar-benar tidak mengenalmu lagi karena engkau telah melupakanku dan melupakan hakku.

Terasa lama hari-hari yang kulewati hanya untuk ingin melihat rupamu. Detik demi detik kuhitung demi mendengarkan suaramu. Akan tetapi penantian kurasakan sangat panjang. Aku selalu berdiri di pintu hanya untuk melihat dan menanti kedatanganmu. Setiap kali berderit pintu aku menyangka bahwa engkaulah orang yang datang itu. Setiap kali telepon berdering aku merasa bahwa engkaulah yang menelepon. Setiap suara kendaraan yang lewat aku merasa bahwa engkaulah yang datang.

Akan tetapi, semua itu tidak ada. Penantianku sia-sia dan harapanku hancur berkeping, yang ada hanya keputusasaan. Yang tersisa hanyalah kesedihan dari semua keletihan yang selama ini kurasakan. Sambil menangisi diri dan nasib yang memang telah ditakdirkan oleh-Nya.

Anakku… ibumu ini tidaklah meminta banyak, dan tidaklah menagih kepadamu yang bukan-bukan. Yang Ibu pinta, jadikanlah rumah ibumu, salah satu tempat persinggahanmu, agar engkau dapat sekali-kali singgah ke sana sekalipun hanya satu detik. Jangan jadikan ia sebagai tempat sampah yang tidak pernah engkau kunjungi, atau sekiranya terpaksa engkau datangi sambil engkau tutup hidungmu dan engkaupun berlalu pergi. Nak! Janganlah engkau memasang jerat permusuhan denganku, jangan engkau buang wajahmu ketika Ibu hendak memandang wajahmu!!

Anakku, telah bungkuk pula punggungku. Bergemetar tanganku, karena badanku telah dimakan oleh usia dan digerogoti oleh penyakit… Berdiri seharusnya dipapah, dudukpun seharusnya dibopong, sekalipun begitu cintaku kepadamu masih seperti dulu… Masih seperti lautan yang tidak pernah kering. Masih seperti angin yang tidak pernah berhenti.

Wahai anakku, setiap kali aku mendengar bahwa engkau bahagia dengan hidupmu, setiap itu pula bertambah kebahagiaanku. Bagaimana tidak, engkau adalah buah dari kedua tanganku, engkaulah hasil dari keletihanku. Engkaulah laba dari semua usahaku! Kiranya dosa apa yang telah kuperbuat sehingga engkau jadikan diriku musuh bebuyutanmu?! Pernahkah aku berbuat khilaf dalam salah satu waktu selama bergaul denganmu, atau pernahkah aku berbuat lalai dalam melayanimu?

Wahai anakku, ibumu inilah sebenarnya pintu surga bagimu. Maka titilah jembatan itu menujunya, lewatilah jalannya dengan senyuman yang manis, pemaafan dan balas budi yang baik. Semoga aku bertemu denganmu di sana dengan kasih sayang Allah ta’ala.

Anakku. Aku sangat mengenalmu, tahu sifat dan akhlakmu. Semenjak engkau telah beranjak dewasa saat itu pula tamak dan labamu kepada pahala dan surga begitu tinggi. Engkau selalu bercerita tentang keutamaan shalat berjamaah dan shaf pertama. Engkau selalu berniat untuk berinfak dan bersedekah.

Wahai anakku!! Ini aku, pahalamu, tanpa engkau bersusah payah untuk memerdekakan budak atau berletih dalam berinfak. Engkau berletih mencari pahala, engkau telah beramal banyak, tapi engkau telah lupa bahwa di dekatmu ada pahala yang maha besar. Di sampingmu ada orang yang dapat menghalangi atau mempercepat amalmu. Bukankah ridhoku adalah keridhoan Allah ta’ala, dan murkaku adalah kemurkaan-Nya?

Anakku… Aku tidak akan angkat keluhan ini ke langit dan aku tidak adukan duka ini kepada Allah, karena sekiranya keluhan ini telah membumbung menembus awan, melewati pintu-pintu langit, maka akan menimpamu kebinasaan dan kesengsaraan yang tidak ada obatnya dan tidak ada tabib yang dapat menyembuhkannya. Aku tidak akan melakukannya, Nak! Bagaimana aku akan melakukannya sedangkan engkau adalah jantung hatiku… Bagaimana ibumu ini kuat menengadahkan tangannya ke langit sedangkan engkau adalah pelipur laraku. Bagaimana Ibu tega melihatmu merana terkena do’a mustajab, padahal engkau bagiku adalah kebahagiaan hidupku.

Bangunlah Nak! Uban sudah mulai merambat di kepalamu. Akan berlalu masa hingga engkau akan menjadi tua pula, dan al jaza’ min jinsil amal… “Engkau akan memetik sesuai dengan apa yang engkau tanam…” Aku tidak ingin engkau nantinya menulis surat yang sama kepada anak-anakmu, engkau tulis dengan air matamu sebagaimana aku menulisnya dengan air mata itu pula kepadamu.

Wahai anakku, bertaqwalah kepada Allah pada ibumu, peganglah kakinya!! Sesungguhnya surga di kakinya. Basuhlah air matanya, balurlah kesedihannya, kencangkan tulang ringkihnya, dan kokohkan badannya yang telah lapuk. Anakku… Setelah engkau membaca surat ini, terserah padamu! Apakah engkau sadar dan akan kembali atau engkau ingin merobeknya.

Wassalam,

~"Ibumu"~

#Semoga manfaat sebagai Renungan buat kita semua....
yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,Yang kurang dan khilaf mohon sangat dimaafkan...

Selasa, 15 April 2014

Alasan Dilarang Tidur Setelah Shalat Subuh

oleh: Ukhti Muslimah

Imam Ibnul Qayyim mengatakan dalam kitabnya Zaadul Ma’aad, bahwasannya orang yang tidur di pagi hari akan menghalanginya dari mendapatkan rizki. 

Karena waktu subuh adalah waktu di mana makhluk mencari rizkinya, dan pada waktu tersebut Allah membagi rizki para makhluk.

Dan beliau menukil dari Ibn ‘Abbas radliyallahu ‘anhu bahwasannya dia melihat anaknya tidur di waktu pagi maka ia berkata kepada anaknya ‘bangunlah engkau! Apakah kamu akan tidur sementara waktu pagi adalah waktu pembagian rezki? ¹

Tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai shalat shubuh hingga matahari terbit. Karena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah). Mengisi waktu tersebut adalah keutamaan yang sangat besar, menurut orang-orang shalih. Sehingga apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mau tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari. Mereka melakukan demikian karena waktu pagi adalah waktu terbukanya pintu rizki dan datangnya barakah (banyak kebaikan).”

Dalam hadits Rasulullah Shallallahu’ alaihi wassallam yang shahih yaitu
“Ya Allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi harinya”
HR. Abu Dawud no. 2606, Tirmidzi no. 1212, Ibnu Majah no. 2236, shahihAt-Targhiib waTarhiib no, 1693

Dan hadits

“Diberikan barakah kepada ummatku di pagi harinya”
HR. Abu Dawud at-Thaayalisy dishahihkan Syaikh Alalbani dalam ShahihJami’ush Shaghir no. 2841

Rasulullah Saw. bersabda:

“Seusai shalat fajar (subuh) janganlah kamu tidur sehingga melalaikan kamu untuk mencari rezeki.” (HR. Thabrani)

Janganlah kamu tidur,
begitu sabda Rasulullah Saw. untuk kita, seusai shalat subuh. Lalu, apa yang kita lakukan seusai shalat subuh? Banyak hal yang dapat kita lakukan. Setelah shalat subuh berjamaah di masjid, kita bisa duduk di ruang tamu untuk membaca Al-Qur’an. Setelah itu, membuka seluruh jendela dan membersihkan rumah. Atau, memulai segala aktivitas yang perlu untuk kita lakukan di pagi hari.

Berkenaan dengan mengisi waktu setelah shalat subuh ini, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim disampaikan, “Peliharalah waktu itu dengan mengisinya melalui tilawah Al-Qur’an satu juz dalam satu hari, berdzikir atau menghafal. Inilah yang dilakukan Rasulullah Saw. selesai menunaikan shalat subuh, bahwa beliau duduk di tempat shalatnya hingga terbit matahari.”

Ada sebuah amalan yang sangat besar fadhilahnya apabila dilakukan seseorang dalam rangka memanfaatkan waktu di pagi hari ini. Hal ini dapat kita ketahui dari sebuah hadits, yakni dari Anas bin Malik r.a., ia berkata bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda:

“Barangsiapa shalat fajar (shalat subuh) berjamaah di masjid, kemudian tetap duduk berdzikir mengingat Allah, hingga terbit matahari lalu shalat dua rakaat (shalat dhuha), maka seakan-akan ia mendapatkan pahala haji dan umrah dengan sempurna, sempurna, dan sempurna.” (HR. Tirmidzi)

Subhânallâh…! Betapa besar pahala orang shalat subuh dengan berjamaah di masjid, kemudian tetap duduk untuk berdzikir hingga terbit matahari, lantas dilanjutkan dengan shalat dhuha, seakan ia mendapatkan pahala haji dan umrah dengan sempurna. Betapa besar pahalanya. Bisakah kita mengamalkanya? Kalau tidak bisa setiap hari, setidaknya seminggu sekali ketika kita libur dan tidak harus berpagi-pagi untuk berangkat bekerja. Apalagi sebagai karyawan, naik bus kota, dan tinggal di Jakarta, biasanya mesti berangkat lebih pagi agar tidak terjebak macet.

Hal yang teramat penting dari pembahasan ini adalah jangan tidur lagi seusai shalat subuh. Marilah kita isi waktu pagi itu dengan beribadah dan memulai aktitivitas harian semenjak pagi hari. Lebih bagus lagi, ketika sudah masuk waktu dhuha, segera kita menunaikan shalat dhuha. Dengan demikian, berarti kita telah mempersiapkan diri untuk menjadi orang yang kaya karena waktu pagi memang penuh keberkahan; berarti kita telah benar-benar siap dalam menyambut datangnya rezeki dari Allah Swt.

Sebelum pembahasan ini kita akhiri, perlu kiranya bagi kita untuk merenungkan apa yang disabdakan oleh Rasulullah Saw. sebagai berikut:

“Bangunlah pagi hari untuk mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhanmu. Sesungguhnya pada pagi hari terdapat barakah dan keberuntungan.” (HR. Thabrani dan Al-Bazzar).

SUBHANALLAH...!!!

"Semoga bermanfaat"

Renungan tuk Para Calon Suami

oleh: Ukhti Muslimah

Pernikahan atau perkawinan
Menyingkap tabir rahasia
Calon Istri yang akan kamu nikahi
Tidaklah semulia Khadijah
Tidaklah setaqwa Aisyah
Pun tidak setabah Fatimah
Justru Calon Istrimu hanyalah wanita akhir zaman
Yang punya cita-cita Menjadi sholehah

Pernikahan atau perkawinan
Mengajar kita kewajiban bersama

Istri menjadi tanah
kamu langit penaungnya

Istri ladang tanaman
kamu pemagarnya

Istri kiasan ternakan
kamu gembalanya

Istri adalah murid
kamu mursyidnya

Istri bagaikan anak kecil
kamu tempat bermanjanya

Saat Istri menjadi madu
kamu teguklah sepuasnya

Seketika Istri menjadi racun
kamulah penawar bisanya

Seandainya Istri tulang yang bengkok
berhati"lah meluruskannya

Pernikahan atau perkawinan
Menginsyafkan kita perlunya iman dan taqwa
Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah Swt
Karena memiliki Isteri yang tak sehebat mana
Justru kamu akan tersentak dari alpa

Kamu bukanlah Rasulullah
Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamallahuwajhah
Cuma suami akhir zaman
Yang berusaha menjadi soleh ...

SUBHANALLAH...!!!

"Semoga bermanfaat"

Jilbab segiempat

4 Golongan Lelaki Yang Ditarik Wanita Ke Neraka


*•♫♥♥¨*•♫♥*•♫♥♥¨*•♫♥*•♫•* 
 Bismillaahirrahmaanirrahiim 
*•♫♥♥¨*•♫♥*•♫♥♥¨*•♫♥*•♫•*

oleh Ukhti Muslimah


inilah 4 Golongan Lelaki Yang Ditarik Wanita Ke Neraka:


1. AYAHNYA

Apabila seseorang yang bergelar ayah tidak mempedulikan anak-anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar sholat, mengaji dan sebagainya. Dia membiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat .. Seorang Ayah tidak cukup kalau dengan hanya memberi kemewahan dunia saja maka dia akan ditarik oleh anaknya ke neraka.

2. SUAMINYA

Apabila seorang suami tidak mempedulikan tindak tanduk isterinya.
Bergaul bebas di tempat kerja, berhias diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yang bukan mahram, apabila suami mendiamkan diri ... walaupun dia seorang alim (sholat tidak ditunda, puasa tidak tinggal) maka dia akan ditarik oleh isterinya ke neraka.

3. ABANG-ABANGNYA

Apabila ayahnya sudah tiada, tanggungjawab menjaga maruah wanita jatuh pada abang-abangnya ... jikalau mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adik perempuannya dibiarkan melenceng dari ajaran Islam .. tunggulah tarikan adiknya di akhirat ke neraka.

4. ANAK LELAKINYA

Apabila seorang anak tidak menasehati seorang ibu perihal kelakuan yang haram dari Islam, maka anak itu akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak ... nantilah tarikan ibunya.

***

Betapa hebatnya tarikan wanita bukan saja di dunia bahkan di akhirat tarikannya begitu hebat ... maka kaum lelaki yang bergelar ayah / suami / abang lebih baiknya memainkan peranan yang sebenarnya.

Firman Allah Subhanahu Wa Ta ' ala :

"LELAKI ITU PEMIMPIN ATAS WANITA"
(AL-MAIDAH:34)

Hai wanita, kasihanilah ayah anda, suami anda, abang-abang anda serta anak-anak lelaki anda ...

Kasihanilah diri kamu sendiri dengan menjalankan perintah Allah Subhanahu Wa Ta ' ala.....

Rabu, 09 April 2014

Allah Manjaminkan SurgaNya

"Rasulullah SAW bersabda,
"Jaminlah untukku 6 hal darimu, aku jaminkan surga untukmu;
" benar dalam bicara,
tepat janji kepada Allah dan manusia,
tunaikan amanah,
tutup aurat dan jaga kemaluanmu,
tahan matamu dari yang haram,
dan jaga tangan." (HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Baihaki).

Subhanallah, Rasulullah ternyata akan menjaminkan surga kepada setiap umatnya jika mampu menghadirkan dalam keseharian akhlaknya 6 amalan.

1. Benar dalam setiap pembicaraannya. Setiap kata yang keluar selalu berorientasi hikmah dan tidak ada yang sia-sia. Seseorang yang benar dalam bertutur kata biasanya memiliki kejernihan hati. Sedapat mungkin jejeran kata selalu ada ruhiyahnya dan karenanya tak akan mengecewakan siapa pun (QS an-Nisa [4]: 9).

2. Menepati janji, baik kepada Allah ataupun manusia. Kepada Allah, sama sekali tidak tebersit untuk mengkhianti-Nya. Pun demikian kepada sesama ciptaan-Nya, tidak ada kezaliman yang diperbuat olehnya. Perwujudan janji yang ditepati adalah dengan menunaikan totalitas penghambaan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Saat taat kepada Allah dan Rasul-Nya, saat itulah kita telah menepati janji. Kita semua sesungguhnya terikat dengan janji kepada Allah waktu di alam roh. Seperti ada ikatan primordial yang lekat antara kita sewaktu masih menjadi makhluk ruh dengan Sang Pencipta, Rabbul Izzah (QS al-A'raf [7]: 172).

3. Tunaikan amanah. Orang yang amanah adalah orang yang diberi rasa aman, yaitu sebagai buah dari keimanannya kepada Allah. "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya dan apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil ..." (QS an-Nisa [4]: 58).

4. Tutup aurat dan jaga kemaluan. Orang yang menjaga aurat akan terjaga dan meningkat kehormatannya. ".... Hendaklah mereka menahan pandangannya dan kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasan nya kecuali yang tampak dari padanya ... (QS an-Nuur [24]: 31).

5. Tahan mata dari perkara yang haram. Pada diri setiap mata ada hak. Dan di antara hak mata adalah menghindarkan nya dari tontonan yang diharam kan. Alquran surah an-Nuur di atas sudah cukup untuk mengingatkan kita supaya menjaga pandangan mata.

Karena itu, akan dijaminkan surga jika seseorang mampu menahan matanya dari hal-hal yang diharamkan seperti tontonan yang mengumbar aurat, film-film atau situs-situs porno.
"Tatapan pertama hadiah bagimu, sementara tatapan berikutnya bukan milikmu," ujar Ali bin Abi Thalib.

6. "Jaga tangan. Menjaga tangan berarti menempatkan tangan sesuai fungsinya. Dan fungsi tangan di antaranya menolong siapa pun yang membutuhkan uluran tangannya. Baik diminta ataupun tidak. Menurut Nabi SAW cukuplah keimanan seseorang kepada Allah dan hari Kiamat jika mampu menahan tangannya dari menyakiti saudara atau tetangganya.

SUBHANALLAH...!!!

"Semoga bermanfaat"

oleh ukhti muslimah

Kamis, 03 April 2014

10 Kalimat yang Disampaikan Bumi Kepada Kita

oleh Ukhti Muslimah
 Bismillaahirrahmaanirrahiim 
*•♫♥♥¨*•♫♥*•♫♥♥¨*•♫♥*•♫•*
Anas bin malik berkata:
Bahwa bumi setiap hari memanggil dengan sepuluh kalimat Yaitu...
1- Wahai anak adam.
engkau berjalan diatas punggungku dan engkau akan kembali kedalam perutku..
2- Engkau bermaksiat diatas punggungku.
Maka engkau akan disiksa didalam perutku..
3- Engkau tertawa diatas punggungku,
maka engkau akan menangis diperutku.
4- Engaku makan barang haram diatas punggungku,
maka engkau akan dimakan ulat dalam perutku.
5- Engkau bergembira diatas punggungku
Maka engkau akan bersedih di dalam perutku.
6- Engkau mengumpulkan barang haram diatas punggungku,
maka engkau akan hancur dalam perutku.
7- Engkau berlaku sombong diatas punggungku ,
maka engkau akan terhina didalam perutku..
8- Engkau berjalan senang diatas punggungku,
maka engkau akan jatuh susah diperutku.
9- Engkau berjalan dibawah cahaya diatas punggungku,
maka engkau akan duduk dalam gelapnya perutku..
10- Engkau berjalan dengan orang banyak diatas punggungku,
maka engkau akan duduk sendirian dalam perut..
Subbahannallah kalau sudah mendengar seperti itu..
Knapa kita sombong didunia ini.?
‪#‎Semoga‬ tulisan ini dapat membuka
pintu hati kita yang telah lama
terkunci ..

Selasa, 01 April 2014

Jangan Menyingkat Assalamu'alaikum, Berikut Alasannya...


~ஜ۞ஜ~Bismillaahirrahmaanirrahiim ~ஜ۞ஜ~ 

~ஜ۞ஜ~ ASSALAMU 'ALAIKUM JANGAN DISINGKAT LAGI ya sahabatku yg shaleh/shalehah~ஜ۞ஜ~ 

1. As = orang bodoh ; keledai
2. Ass = pantat
3. Askum = celakalah kamu
4. Assamu = racun
5. Samlekum = matilah kamu
6. Salom/syalom= dari bhs Ibrani untuk sesama kristen dan ada 263 kata di dalam kitab perjanjian lama dan perjanjian baru.
7. Mikum = dari bahasa Ibrani Mari Bercinta.

Yuk kita lihat isi surat Nabi Sulaiman dalam Al-Quran :

"Innahu min Sulaimana wa innahu Bismillaahirahmaanirrahiim 'ala ta'lu 'alayya wa'tunil muslimina tha'inallaha rabbal 'aalamiin."

Salam pendek, salam sedang dan salam panjang telah dicontohkan oleh Nabi dan tidak merubah makna aslinya :

1. Salam pendek : "Assalamu 'alaikum". dengan 10 kebaikan.

2. Salam sedang : "Assalamu 'alaikum warahmatullah".dengan 20 kebaikan.

3. Salam panjang : "Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh". dengan kebaikan sempurna.

Demikianlah sedikit pengetahuan untuk kita ketahui bersama...

~ஜ۞ஜ~Semoga Bermanfaat & Silahkan di
Share Kembali~ஜ۞ஜ~

~ஜ۞ஜ~Salam santun wa ukhuwah fillah~ஜ۞ஜ~