supported by www.hasanahmuslimah.com

supported by www.hasanahmuslimah.com

Senin, 21 Juli 2014

KEBAHAGIAAN

oleh: Ukhti Muslimah

“Saat seorang bayi manusia terlahir ke dunia, hal pertama yang ia pelajari adalah bagaimana cara untuk menangis. Selepas itu, sisa dikeseluruhan hidupnya akan ia gunakan untuk belajar bagaimana agar ia mampu tersenyum saat kehidupan memaksanya untuk menangis. Bagi seorang Muslim, hidup tak sekedar itu. Ia harus belajar, bagaimana caranya agar kehidupan yang singkat ini tidak hanya diisi dengan tawa-tawa sesaat yang kemudian ia tukar dengan tangisan abadi di Akhirat”.

Seorang beriman yang jujur dengan keimanannya, layak dan ber-haq untuk bahagia.
Bahagia dalam islamnya itu sendiri, karena semua kebahagiaan diluar itu adalah semu dan menipu. Jika saja tolak ukur kebahagiaan itu sekedar tawa-tawa, maka orang kafirpun mampu menggapainya.

Kebahagiaan itu bukan rahasia.
Pintu-pintu ketenangan itu senantiasa terbuka bagi siapa saja yang terbangun dipagi hari atau malamnya, sejenak meluangkan waktu untuk berfikir dan bersyukur tentang berbagai kesempatan yang Allah hadiahkan dalam satu paket "kehidupan" ini, kehidupan sesaat untuk masa yang Abadi.

Tidak saudaraku, sekali-kali tidak!
Urusan dunia ini tidak harus kita selesaikan semuanya disini, biarlah semuanya mengalir seperti air. Jika dunia ini telah adil, maka untuk apakah Peradilan-Nya disana? Jangan kita terus menambah beban bahu itu, jangan biarkan ia terus melemah menanggung berbagai ambisi dan nafsu-nafsu yang selamanya tidak akan terpuaskan. Merebahlah..

Kebahagiaan sebenarnya itu bukan disini, tapi disana.
Disebuah hari yang kekal tiada akhir, di mana semua jiwa-jiwa yang beriman diistirahatkan dari lelahnya kehidupan. Di mana para pejuang berhenti dari kelelahannya, di mana para pengikut yang setia berbahagia di telaganya, mereguk kenikmatan yang memusnahkan rasa haus untuk selama-lamanya.

Disanalah Ke-Maha-Adilan Allah Yang Maha Adil.. dipertontonkan kepada seluruh Mahluk-Nya yang pernah hidup di bumi ini. Tidak ada kedzaliman disana.
Allah – Dzat Yang Maha Adil dalam setiap keputusan-Nya – akan memberikan hukuman dan pahala dengan cermat, sehingga tidak terdapat ketimpangan atau ketidakteraturan yang kecil sekali pun.
Seperti terciptanya semesta raya ini dengan setiap detailsnya.

“Maka Apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun?” (Q.S. Al Qaaf: 8)

SUBHANALLAH...!!!

"Semoga bermanfaat"

Kamis, 26 Juni 2014

~"Indahnya Hidup Bersama al-Quran"~

oleh: Ukhti Muslimah

~ஜ۞ஜ~ Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..!!! ~ஜ۞ஜ~ 


Bismillaahirrahmaanirrahiim 


" Hidup bersama Alquran adalah kenikmatan tiada tara.
Lalu, bagaimana cara mendapatkannya?

Alquran adalah sumber kemuliaan. Siapapun yang menjadikan Alquran sebagai panduan hidup, maka tidak ada yang akan dia dapatkan selain kemuliaan (QS Al-Anbiyaa [21]: 10).
Namun, siapa pun yang berpaling dari tuntutan Alquran, maka Allah akan memberikan kesempitan dalam hidupnya (QS Thahaa [20]: 124).

Karena itu, syarat paling mendasar dalam berinteraksi dengan Alquran adalah bagaimana kita mampu menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup sehari-hari.

Ada empat keuntungan yang akan kita peroleh bila berinteraksi dengan Alquran.

" Pertama: melahirkan jiwa yang sabar. Banyak kisah tentang cobaan berat yang menimpa para pejuang Islam. Mereka diintimidasi, disiksa, dipenjarakan, bahkan dibunuh. Namun kebersamaannya dengan Alquran membuat mereka menjadi orang-orang yang sangat tabah. Nadimah Khatul, seorang mujahidah Afghanistan, contohnya. Beliau dipenjarakan oleh kaum komunis selama enam tahun. Dan ia mengatakan, "Kami mengalami berbagai siksaan berat. Namun membaca dan mengkaji Alquran membantu kami bersabar dan bertahan menghadapinya".

Kedua: " melembutkan hati. Seorang ulama mengatakan, "Sesungguhnya hati itu mengkristal sebagaimana mengkristalnya besi, maka lembutkanlah ia dengan Alquran".

Ketiga; " mengokohkan hati. Difirmankan, Dan semua kisah rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu (QS Hud [11]: 120).

Keempat: " sebagai nasihat dan obat tatkala hati sedih dan gundah.
Allah SWT berfirman, Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu nasihat dari Tuhanmu dan obat bagi yang ada di dalam dada, petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman (QS Yunus [10]: 57).

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam... mewanti-wanti para sahabat agar berhati-hati dengan
waktu senggang.

" Beliau Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda,
“Ada dua kenikmatan yang membuat
banyak orang terpedaya yakni nikmat sehat dan waktu senggang.” (HR.Bukhari)

Semoga kita menjadi bagian orang Gemar Membaca Al Qur'an...
mampu memanfaatkan waktu luang untuk berinteraksi dengan Al Qura'an...

Kamis, 19 Juni 2014

Penyebab Membusuknya Hati

Penyebab Membusuknya Hati:

Salah pergaulan;
" obatnya adalah Uzlah (menyendiri), bersosialisasi dalam kepentingan saja.

Angan-angan meluap;
" obatnya adalah Qona’ah, menikmati yang ada, tidak mendambakan yang tidak ada.

Bergantung kepada selain Allah;
" obatnya adalah Inaabah, ruju’ kepada Allah SWT.

Tamak;
" obatnya adalah Puasa, yang wajib dan sunnah.

Terlalu banyak tidur;
" obatnya adalah Shalat Malam...

SUBHANALLAH...!!!

"Semoga bermanfaat"



oleh: Ukhti Muslimah

Selasa, 10 Juni 2014

Taubat

 Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh 

*•♫¨*•♫*•♫¨*•♫
 Bismillaahirrahmaanirrahiim 
*•♫¨*•♫*•♫¨*•♫


Taubat memiliki arti: berhenti melakukan kemaksiatan dan kembali menuju ketaatan.
Taubat adalah amalan yang sangat dicintai Allah ta’ala:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)

Taubat hukumnya wajib atas setiap mukmin:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا

“Wahai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sungguh-sungguh.” (QS. At-Tahrim : 8)

Taubat bisa mendatangkan kemenangan:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Bertaubatlah kepada Allah, wahai orang-oran beriman sekalian agar kalian beruntung.” (QS. An-Nur : 31)

Dan keberuntungan akan dicapai manusia tatkala dirinya merasa sangat butuh kepada-Nya hingga Allah menyelamatkan jiwa yang terperosok mengikuti hawa nafsunya itu.

Taubat yang sungguh-sungguh akan mendatangkan limpahan ampunan Allah atas dosa-dosa seorang hamba. Dosa yang makin hari kian bertambah banyak.

.قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: Wahai para hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendirinya, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah Mengampuni semua dosa dan Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)

Saudaraku yang berbuat dosa, jangalah kalian berputus asa terhadap rahmat Rabb mu karena pintu taubat itu senantiasa terbuka sampai matahari terbit dari arah barat.

Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

إن الله عز وجل يبسط يده بالليل ليتوب مسيء النهار، ويبسط يده بالنهار ليتوب مسيء الليل، حتى تطلع الشمس من مغربها

“Sesungguhnya Allah Ta’ala membentangkan tangan-Nya di malam hari untuk menerima taubat hamba yang berdosa di siag hari. Dan Allah Ta’ala membentangkan tagan-Nya di siang hari untuk menerima taubat hamba yang berdosa di malam hari, sampai matahari terbit dari barat.” (HR. Muslim).

Betapa banyak orang yang bertaubat atas dosa-dosanya yang besar dan Allah menerima taubat mereka. Allah ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا ( ) يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا ( ) إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sesembahan lainnya dan tidak membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan alasan yang benar, dan tidak berzina dan barangsiapa yang melakukan demikian itu niscaya dia mendapat hukuman yang berat. (Yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat dan beriman dan mengerjakan kebajikan maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun , Maha Penyayang.” (QS. Al-Furqan : 68-70)

Taubat yang nasuhah (serius) tidak terlepas dari 5 syarat:

Pertama, Ikhlas karena Allah yaitu berniat semata-mata mengharap wajah Allah, pahala atas taubatnya serta berharap selamat dari siksaan-Nya.

Kedua, menyesali kemaksiatan yang ia lakukan, merasa sedih dan berjanji untuk tidak mengulanginya.

Ketiga, menjauhkan diri dari perbuatan maksiat sesegera mungkin. Jika perbutan tersebut melanggar hak-hak Allah maka segera tinggalkan. Karena perbuatan tersebut haram dilakukan sehingga wajib ditinggalkan. Adapun jika berkaitan dengan hak-hak makhluk maka bergegaslah meminta maaf baik dengan mengembalikan haknya atau meminta kelapangan hatinya agar mau memaafkan.

Keempat, bertekad untuk tidak mengulangi kemaksiatan tersebut di waktu-waktu mendatang.

Kelima, hendaknya taubat dilakukan sebelum ditutupnya pintu taubat, yaitu sebelum ajal menjemput dan sebelum terbitnya matahari dari arah barat. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ

“Dan Taubat itu tidaklah (diterima Allah) dari mereka yang berbuat kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seorang diantara mereka barulah dia mengatakan, ‘Saya benar-benar taubat sekarang.’” (QS. An-Nisa : 18)

Sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam,

من تاب قبل أن تطلع الشمس من مغربها، تاب الله عليه

“Barangsiapa yang taubat sebelum terbitnya matahari dari arah barat maka Allah terima taubatnya.” (HR Muslim)

Ya Allah berilah kami taufik agar senantisa bertaubat dengan sungguh-sungguh dan terimalah amalan kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha mengetahui.

Aamiin yaa Rabbal 'aalamiin.

SUBHANALLAH...!!!

"SEMOGA BERMANFAAT"

SALAM SANTUN WA UKHUWAH FILLAH 



oleh : Ukhti Muslimah

Cara Menjadi Kaya dan Bahagia dalam 5 menit

 Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh 

*•♫¨*•♫*•♫¨*•♫
 Bismillaahirrahmaanirrahiim 
*•♫¨*•♫*•♫¨*•♫

Pernahkah Anda mendengar peribahasa asing yang berbunyi: In the valley of the blind, One eyed man is the king ?

Artinya adalah: orang yang hanya memiliki 1 buah mata adalah raja di sebuah desa yang seluruh penduduknya buta.
Inilah konsep kebahagiaan. Memang, orang yang hanya memiliki 1 buah mata akan dianggap cacat bagi orang yang memiliki mata normal sepasang. Tapi bagi orang yang buta atau tidak memiliki mata sama sekali, maka orang yang hanya memiliki mata sebelah dianggap spesial karena memiliki apa yang tidak mereka miliki.

Demikian pula dengan kebahagiaan. Kita tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan selama kita selalu memandang ke atas.

Memang orang yang hanya memiliki mata sebuah,akan merasa memiliki kelebihan dibanding orang yang buta. Tapi bila ia berada pada penduduk yang semuanya bermata normal sepasang, maka ia hanyalah orang yang dianggap cacat karena tidak memiliki apa yang orang lain miliki. Tak butuh waktu lama bagi si mata satu untuk merasa sedih dan tidak bahagia bila berada di lingkungan orang yang bermata normal sepasang.

Dengan memandang kebawah, kita jadi semakin mensyukuri terhadap apa yang kita miliki. Sedangkan melihat keatas kita justru menginginkan apa yang tidak kita miliki.

Kemudian apakah arti kaya ? Kaya menurut bahasa Arab adalah ghaniyyu, yaitu arti sesungguhnya adalah tidak menginginkan apapun selain yang kita miliki. Jadi, walaupun kita memiliki seluruh kekayaan di dunia, selama kita masih menginginkan rembulan, maka kita kembali menjadi fakir. Hal ini karena kita tetap saja menginginkan apa yang tidak kita miliki.

Menjadi kaya dan bahagia tidak selalu berhubungan dengan berhasilnya mendapatkan harta, benda, maupun karunia yang sebanyak-banyaknya. Menjadi kaya dan bahagia adalah proses menata hati kita sendiri menuju jalan yang diridhoi oleh Allah Azza wa Jalla, yaitu dengan mensyukuri apa yang kita miliki dan tidak menginginkan apa yang tidak kita miliki.

Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Rasulullah SAW bersabda: Seandainya anak cucu Adam mempunyai dua lembah harta, tentu ia masih menginginkan yang ketiga. Padahal yang memenuhi perut anak cucu Adam hanyalah tanah. Dan Allah menerima tobat orang yang mau bertobat.

Hadis riwayat Abu Hurairah ra:
Bahwa Rasulullah SAW bersabda: Ketika seseorang dari kalian memandang orang yang melebihi dirinya dalam harta dan anak, maka hendaknya ia juga memandang orang yang lebih rendah darinya, yaitu dari apa yang telah dilebihkan kepadanya

Hadis riwayat Abu Hurairah ra:
Bahwa Rasulullah SAW bersabda: Kaya itu bukanlah lantaran banyak harta. Tapi, kaya itu adalah kaya hati.

Setelah Anda selesai membaca tulisan ini selama 5 menit, kini Anda dapat mempraktekannya alam hidup Anda sehingga menjadi lebih kaya dan lebih bahagia.

SUBHANALLAH...!!!

"Semoga bermanfaat"


oleh : Ukhti Muslimah

Kamis, 29 Mei 2014

PINTU-PINTU MASUKNYA SYETAN


Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi
wabarakaatuh
*•♫¨*•♫*•♫¨*•♫
Bismillaahirrahmaanirrahiim
*•♫¨*•♫*•♫¨*•♫
~"Hati manusia bagaikan benteng sedangkan
syetan adalah musuh yang senantiasa mengintai
untuk menguasai benteng tersebut. Kita tidak
bisa menjaga benteng kalau tidak melindungi
atau menjaga/menutup pintu-pintu masuknya
syetan ke dalam hati.
" Kalau kita ingin memiliki kemampuan untuk
menjaga pintu agar tidak diserbu syetan, kita
harus mengetahui pintu-pintu mana saja yang
dijadikan syetan sebagai jalan untuk menguasai
benteng tersebut.
Melindungi hati dari gangguan syetan adalah
wajib oleh karena itu mengetahui pintu
masuknya syetan itu merupakan syarat untuk
melindungi hati kita maka kita diwajibkan untuk
mengetahui pintu-pintu mana saja yang dijadikan
jalan untuk menguasi hati manusia.
Pintu tempat masuknya syetan adalah semua
sifat kemanusiaan manusia yang tidak baik.
Berarti pintu yang akan dimasuki syetan
sebenarnya sangat banyak, Namun kita akan
membahas pintu-pintu utama yang dijadikan
prioritas oleh syetan untuk masuk menguasai
manusia.
Di antara pintu-pintu besar yang akan dimasuki
syetan itu adalah:
1. Marah
Marah adalah kalahnya tentara akal oleh tentara
syetan. Bila manusia marah maka syetan bisa
mempermainkannya seperti anak-anak
mempermainkan kelereng atau bola. Orang
marah adalah orang yang sangat lemah di
hadapan syetan.
2. Hasad
Manusia bila hasud dan tamak menginginkan
sesuatu dari orang lain maka ia akan menjadi
buta. Rasulullah bersabda:
” Cintamu terhadap sesuatu bisa menjadikanmu
buta dan tuli” Mata yang bisa mengenali pintu
masuknya syetan akan menjadi buta bila ditutupi
oleh sifat hasad dan ketamakan sehingga tidak
melihat. Saat itulah syetan mendapatkan
kesempatan untuk masuk ke hati manusia
sehingga orang itu mengejar untuk menuruti
syahwatnya walaupun jahat.
3. Perut kenyang
Rasa kenyang menguatkan syahwat yang
menjadi senjata syetan. Dalam satu riwayat
disebutkan bahwa Iblis pernah menampakkan diri
di hadapan Nabi Yahya bin Zakariyya a.s. Beliau
melihat pada syetan beberapa belenggu dan
gantungan pemberat untuk segala sesuatu
seraya bertanya. Wahai iblis belenggu dan
pemberat apa ini? Syetan menjawab: Ini adalah
syahwat yang aku gunakan untuk menggoda
anak cucu Adam.
Yahya bertanya: Apa hubungannya pemberat ini
dengan manusia ?
Syetan menjawab: Bila kamu kenyang maka aku
beri pemberat sehingga engkau enggan untuk
sholat dan dzikir.
Yahya bertanya lagi: Apa lainnya?
Tidak ada! Jawab syetan. Kemudian Nabi Yahya
berkata:
Demi Allah aku tidak akan mengenyangkan
perutku dengan makanan selamanya.
Iblis berkata. Demi Allah saya tidak akan
memberi nasehat pada orang muslim
selamanya.
Kebanyakan makan mengakibatkan munculnya
enam hal tercela:
・ Menghilangkan rasa takut kepada Allah dari
hatinya.
・ Menghilangkan rasa kasih sayang kepada
makhluk lain karena ia mengira bahwa semua
makhluk sama kenyangnya dengan dirinya.
・ Mengganggu ketaatan kepada Allah
・ Bila mendengarkan ucapan hikmah ia tidak
mendapatkan kelembutan
・ Bila ia bicara tentang ilmu maka
pembicaraannya tidak bisa menembus hati
manusia.
・ Akan terkena banyak penyakit jasmani dan
rohani
4. Cinta perhiasan dan perabotan rumah tangga
Bila syetan melihat hati orang yang sangat
mencintai perhiasan dan perabotan rumah
tangga maka iblis bertelur dan beranak dan
menggodanya untuk terus berusaha melengkapi
dan membaguskan semua perabotan rumahnya,
menghiasi temboknya, langit-langitnya dst.
Akibatnya umurnya habis disibukkan dengan
perabotan rumah tangga dan melupakan dzikir
kepada Allah.
5. Tergesa-gesa dan tidak melakukan receck
Rasulullah pernah bersabda:
Tergesa-gesa termasuk perbuatan syetan dan
hati-hati adalah dari Allah SWT.
Allah berfirman: ”Manusia diciptakan tergesa-
gesa” dalam ayat lain ditegaskan:
“Sesungguhnya manusia itu sangat tergesa-
gesa. Mengapa kita dilarang tergesa-gesa?
Semua perbuatan harus dilakukan dengan
pengetahuan dan penglihatan mata hati.
Penglihatan mata hati membutuhkan perenungan
dan ketenangan. Sedangkan tergesa-gesa
menghalangi itu semua. Ketika manusia tergesa-
gesa dalam melakukan kewajiban maka syetan
menebarkan kejahatannya dalam diri manusia
tanpa disadari.
6. Mencintai harta
Kecintaan terhadap uang dan semua bentuk
harta akan menjadi alat hebat bagi syetan. Bila
orang memiliki kecintaan kuat terhadap harta
maka hatinya akan kosong. Kalau dia
mendapatkan uang sebanyak satu juta di jalan
maka akan muncul dari harta itu sepuluh
syahwat dan setiap syahwat membutuhkan satu
juta. Demikianlah orang yang punya harta akan
merasa kurang dan menginginkan tambahan
lebih banyak lagi.
7. Ta’assub bermadzhab dan meremehkan
kelompok lain.
Orang yang ta’assub dan memiliki anggapan
bahwa kelompok lain salah sangat berbahaya.
Orang yang demikian akan banyak mencaci maki
orang lain.
Meremehkan dan mencaci maki termasuk sifat
binatang buas. Bila syetan menghiasi pada
manusia bahwa taassub itu seakan-akan baik
dan hak dalam diri orang itu maka ia semakin
senang untuk menyalahkan orang lain dan
menjelekkannya.
8. Kikir dan takut miskin.
Sifat kikir ini mencegah seseorang untuk
memberikan infaq atau sedekah dan selalu
menyeru untuk menumpuk harta kekayaan dan
siksa yang pedih adalah janji orang yang
menumpuk harta kekayaan tanpa memberikan
haknya kepada fakir miskin. Khaitsamah bin
Abdur Rahman pernah berkata: Sesungguhnya
syaitan berkata: Anak cucu Adam tidak akan
mengalahkanku dalam tiga hal perintahku:
Aku perintahkan untuk mengambil harta dengan
tanpa hak, menginfakkannya dengan tanpa hak
dan menghalanginya dari hak kewajibannya
(zakat).
Sufyan berkata: Syetan tidak mempunyai senjata
sehebat senjata rasa takutnya manusia dari
kemiskinan. Apabila ia menerima sifat ini maka
ia mengambil harta tanpa hak dan
menghalanginya dari kewajiban zakatnya.
9. Memikirkan Dzat Allah
Orang yang memikirkan dzat Allah tidak akan
sampai kepada apa yang diinginkannya ia akan
tersesat karena akal manusia tidak akan sampai
kesana. Ketika memikirkan dzat Allah ia akan
terpeleset pada kesyirikan.
10. Suudzon terhadap orang Islam ghibah.
Allah berfirman dalam Surat Al Hujuroot 12 sbb.:
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jauhilah
kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya
sebagian prasangka itu adalah dosa dan
janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang
lain dan janganlah sebahagian kamu
menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah
salah seorang di antara kamu memakan daging
saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah
kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah
kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha
Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
Rasulullah pernah bersabda: Jauhillah tempat-
tempat yang bisa memunculkan prasangka
buruk.
Kalau ada orang yang selalu suudzdzon dan
selalu mencari cela orang lain maka sebenarnya
ia adalah orang yang batinnya rusak. Orang
mukmin senantiasa mencari maaf dan ampunan
tetapi orang munafik selalu mencari cela orang
lain.
Itulah sebagian pintu-pintu masuknya syetan
untuk menguasai benteng hatinya.
Kalau kita teliti secara mendetail kita pasti tidak
akan mampu menghitung semua pintu masuknya
syetan ke dalam hati manusia
Sekarang bagiamana solusi dari hal ini? Apakah
cukup dengan zikrullah dan mengucapkan “Laa
haula wa laa quwwata illa billah”? ketahuilah
bahwa upaya untuk membentengi hati dari
masuknya serbuan syetan adalah dengan
menutup semua pintu masuknya syetan dengan
membersihkan hati kita dari sifat-sifat tercela
yang disebutkan di atas. Bila kita bisa
memutuskan akar semua sifat tercela maka
syetan mendapatkan berbagai halangan untuk
memasukinya ia tidak bisa menembus ke dalam
karena zikrullah. Namun perlu diketahui bahwa
zikir tidak akan kokoh di hati selagi hati belum
dipenuhi dengan ketakwaan dan dijauhkan dari
sifat-sifat tercela. Bila orang yang hatinya masih
diliputi oleh akhlak tercela maka zikrullah
hanyalah omongan jiwa yang tidak menguasai
hati dan tidak akan mampu menolak kehadiran
syetan.
Oleh sebab itu Allah berfirman:
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila
mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka
ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka
melihat kesalahan-kesalahannya. ( Al A’raaf 201)
Perumpamaan syetan adalah bagaikan anjing
lapar yang mendekati anda. Bila anda tidak
memiliki roti atau daging pasti ia akan
meninggalkanmu walaupun Cuma menghardiknya
dengan ucapan kata. Tapi bila di tangan kita ada
daging maka ia tidak akan pergi dari kita
walaupun kita sudah berteriak ia ingin merebut
daging dari kita. Demikian juga hati bila tidak
memiliki makanan syetan akan pergi hanya
dengan dzikrullah. Syahwat bila menguasi hati
maka ia akan mengusir dzikrullah dari hati ke
pinggirnya saja dan tidak bisa merasuk dalam
relung hati. Sedangkan orang-orang muttaqin
yang terlepas dari hawa nafsu dan sifat-sifat
tercela maka ia akan dimasuki syetan bukan
karena syahwat tapi karena kelalaian dari
dzikrullah..
Dalam ayat lain disebutkan:
Artinya: Apabila kamu membaca Al Qur'an,
hendaklah kamu meminta perlindungan kepada
Allah dari syaitan yang terkutuk. Sesungguhnya
syaitan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-
orang yang beriman dan bertawakkal kepada
Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya
(syaitan) hanyalah atas orang-orang yang
mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-
orang yang mempersekutukannya dengan Allah.
(An Nahl 98-100)
Mengapa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Bila
Umar ra. Melewati suatu lereng maka syetan
mengambil lereng selain yang dilewati Umar.”?
Karena Umar memiliki hati yang bersih dari sifat-
sifat tercela sehingga syetan tidak bisa
mendekat. Kendatipun hati berusaha menjauhkan
diri dari syetan dengan dzikrullah tapi mustahil
syetan akan menjauh dari kita bila kita belum
membersihkan diri dari tempat yang disukai
syetan yaitu syahwat, seperti orang yang
meminum obat sebelum melindungi dir dari
penyakit dan perut masih disibukkan dengan
makanan yang kerasa dicerna. Taqwa adalah
perlindungan hati dari syahwat dan nafsu apabila
zikrullah masuk kedalam hati yang kosong dari
zikir maka syetan mendesak masuk seperti
masuknya penyakit bersamaan dengan
dimakannya obat dalam perut yang masih
kosong.
Allah SWT berfirman :
Artinya: Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar-benar terdapat peringatan bagi orang-
orang yang mempunyai hati atau yang
menggunakan pendengarannya, sedang dia
menyaksikannya. (Qs.Qoof 37)
Semoga manfaat sebagai Renungan buat kita
semua....
yang benar haq semua datang-Nya dari Allah
Subhanahu wa Ta’ala,Yang kurang dan khilaf
mohon sangat dimaafkan...
’’Akhirul qalam “Wa tawaashau bilhaq Watawaa
shaubisshabri...
“.Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala .
senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang
di Ridhai dan di Cintai-Nya..
Aamiin Allahuma Aamiin
SUBHANALLAH...!!!
Salam santun wa ukhuwah fillah
※*※Baarakallaahu fiikum wa jazaakumullaahu
khair ※*※

by Ukhti Muslimah